Jakarta – Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan P. Roeslani, menyampaikan bahwa proses restrukturisasi utang proyek kereta cepat Whoosh milik PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) akan berada di bawah pengelolaan Kementerian Keuangan.
Iya (di Bawah Kemenkeu), betul, betul, kata Rosan kepada wartawan di Kantor Kemenko Perekonomian, Selasa (28/4/2026).
BACA JUGA:Kereta Cepat Whoosh Angkut 15 Juta Penumpang sejak Oktober 2023
BACA JUGA:Okupansi Penumpang Whoosh Naik Usai Kecelakaan Kereta di Bekasi
BACA JUGA:Restrukturisasi Utang Kereta Cepat Whoosh Rampung
Rosan menjelaskan, langkah restrukturisasi utang tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Ia menambahkan, pengumuman resmi terkait hal ini dijadwalkan berlangsung pada Mei mendatang.
Adapun Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria menyampaikan kepada wartawan di Jakarta, Selasa, bahwa penanganan persoalan keuangan proyek Whoosh harus diarahkan pada keberlanjutan operasional kereta cepat tersebut ke depan.
Ia menilai, hingga saat ini operasional Whoosh telah memberi kontribusi positif bagi perekonomian.
Karena itu, menurut dia, beban utang proyek ini tidak bisa sepenuhnya ditanggung oleh pihak operator.
Untuk penyelesaian finansial inilah yang kami cari solusinya. Mau tidak mau tentu harus ada keterlibatan pemerintah di dalam penyelesaian ini. Karena kalau dibebankan kepada kereta api saja, tentu tidak cukup untuk menanggung beban finansialnya, kata Dony di Kantor Kemenko Perekonomian, Selasa (28/4/2026).
Dony juga menekankan bahwa keterlibatan pemerintah dalam proyek tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap pengembangan transportasi umum.



/2025/12/02/1778127410.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5567748/original/005157000_1777332661-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5501244/original/065983200_1770890840-Menteri_Koordinator_Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-12_Februari_2026de.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1043411/original/005540900_1446622303-20151104-OJK-AY-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5041840/original/074196800_1733742452-14.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5552785/original/012827200_1775829006-Kereta_Cepat_Whoosh.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5495652/original/062697000_1770385761-Menteri_Koordinator_Bidang_Perekonomian_RI_Airlangga_Hartarto-_6_Februari_2026a.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5567749/original/021231900_1777332665-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5163573/original/060391100_1742020123-WhatsApp_Image_2025-03-15_at_11.26.24.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4595489/original/008615000_1696237539-20231002-Tampilan_Kereta_Cepat-AFP_4.jpg)