Jakarta – Chief Economist Permata Bank Josua Pardede, menilai meski rupiah terus melemah, secara fundamental nilai tukar rupiah sebenarnya masih tergolong undervalued berdasarkan real effective exchange rate (REER). Artinya, pelemahan nominal rupiah saat ini dinilai belum sepenuhnya mencerminkan kekuatan fundamental ekonomi domestik, termasuk dari sisi ekspor, impor, dan daya saing nasional.
Ini kita mencermati nilai tukar realnya itu memang dari real effective exchange rate (REER). Ini memang secara real itu masih undervalue dengan kata lain, memang pelemahan nominal rupiah saat ini tidak sepenuhnya sejalan dengan fundamental dari sisi ekspor-impor kita dan juga daya saing Indonesia, kata Josua dalam Media Briefing PIER Economic Review Kuartal I-2026, Selasa (12/5/2026).
BACA JUGA:Rupiah Melemah ke Rp 17.500, Ancaman MSCI Tekan Pasar Keuangan
BACA JUGA:Emiten ZYRX Dapat Fasilitas Kredit Rp 178,8 Miliar dari Bank Permata
BACA JUGA:Emiten BNLI Tebar Dividen Rp 35 per Saham, Simak Jadwal Pembagiannya
BACA JUGA:Gelar RUPST 2026, Ini Susunan Direksi Permata Bank Terbaru
Namun demikian, kondisi undervalued tersebut belum otomatis membuat rupiah bisa segera menguat dalam jangka pendek. Lantaran, sentimen global masih menjadi faktor dominan yang memengaruhi pasar keuangan.
Selain faktor eksternal, permintaan dolar Amerika Serikat (AS) di dalam negeri juga meningkat seiring masuknya musim pembayaran dividen emiten kepada pemegang saham asing. Kondisi ini membuat kebutuhan valuta asing meningkat, terutama pada kuartal II setiap tahunnya.
Namun kembali lagi, undervalue ini pun juga, ini pun juga belum berhati tadi rupiah akan otomatis langsung menguat dalam jangka pendek, ya karena tadi masih dipengaruhi oleh faktor sentimen global permintaan dolar pun juga cenderung meningkat, ujarnya.



/2025/03/06/38420056.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5540890/original/069512000_1774841005-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1129521/original/070433500_1454399964-20160202-Reaksi-Presiden-FSPMIKSPI-Terkait-Tutupnya-Dua-Perusahaan-Raksasa-Elektronik-Helmi-tebe-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523351/original/063455500_1772803904-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-6_Maret_2026c.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5686091/original/043743900_1778559896-1000315779.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/781851/original/087607700_1418807496-nickel.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5579577/original/079405700_1778057267-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4875742/original/093303000_1719401842-20240626-Rupiah_Melemah-ANG_5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1954437/original/003823600_1519994760-20180302-Dolar-AY1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4826292/original/095830100_1715176226-fotor-ai-20240508204955.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5186932/original/075074000_1744629098-20250414-Harga_Emas_Batangan-AFP_5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3352150/original/028984100_1610959709-20210118-Emas-Antam-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5542609/original/067408900_1774947977-WhatsApp_Image_2026-03-31_at_14.15.23.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5547859/original/095901800_1775473870-dpr7.jpg)