Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa akan membatasi pengajuan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) dari kementerian dan lembaga yang tidak mendesak. Purbaya mengatakan pemerintah akan memprioritaskan program yang sudah tercantum dalam APBN sebelum mempertimbangkan permintaan anggaran tambahan.
Purbaya mengatakan setiap usulan ABT akan dibahas berdasarkan kebutuhan dan urgensinya. Pemerintah tidak akan memberikan tambahan anggaran untuk program yang tidak dianggap penting.
BACA JUGA:Respons Purbaya Soal Viral Jual-Beli Jabatan di Kemenkeu
BACA JUGA:Tak Ikuti Langkah Jepang, Purbaya Jelaskan Alasan PPN Belum Turun
BACA JUGA:Pakai Dana Desa, Purbaya Ungkap Skema Baru Utang Koperasi Merah Putih
Anggaran belanja tambahan enggak dimasukkan di APBN sebelumnya. Jadi itu mungkin kita akan lihat case by case kalau enggak penting banget, ya enggak usah,” ucapnya di Kementerian Keuangan, Kamis (10/9/2026).
Purbaya mengatakan, pemerintah akan lebih dulu mengutamakan pelaksanaan program yang sudah memiliki alokasi anggaran. Kebijakan tersebut menjadi cara pemerintah menjaga disiplin belanja dan mencegah penambahan anggaran yang tidak diperlukan.
“Kita utamakan yang program-program yang sudah ada saja,” jelasnya.
Purbaya mengatakan, pemerintah tetap akan mempertimbangkan ABT apabila kementerian dan lembaga memiliki kebutuhan yang benar-benar penting. Pemerintah akan menilai setiap pengajuan berdasarkan urgensi dan kebutuhan program.
/2022/10/22/184678830.jpg)
/2025/05/29/144949142.jpg)
/2026/05/22/1817612093.jpg)
/2020/12/17/225369454.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028254/original/041675300_1732871304-fotor-ai-2024112916726.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343444/original/044719400_1788857447-email-attachment_2026_09_08_immanuel-christian_purbaya-akui-tak-pusing-urus-anggaran-mbg_IMG_6933.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344264/original/002861800_1788939901-AP26251360087646.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5205703/original/076674300_1746101655-20250501-DEmo_Buruh_Surabaya-AFP_2.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3324618/original/083189900_1608026626-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5219631/original/022997400_1747221145-20250514-Harga_Emas-ANG_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472769/original/036658900_1768375317-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740422/original/078699100_1707701814-fotor-ai-2024021283356.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313337/original/026842100_1785634512-ChatGPT_Image_Aug_2__2026__08_34_42_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3511438/original/014464000_1626324764-dogecoin_2executium-uRKETZRn-K4-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321980/original/056686300_1786513083-ChatGPT_Image_Aug_12__2026__12_36_41_PM.jpg)