Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pergerakan nilai tukar rupiah tidak mencerminkan pelemahan fundamental ekonomi domestik. Ia menilai, kondisi ekonomi Indonesia masih relatif kuat dibandingkan negara lain di kawasan.
Menurut Purbaya, dinamika rupiah lebih banyak dipengaruhi oleh faktor global dan pembentukan ekspektasi pasar, termasuk sentimen negatif yang berkembang dalam beberapa waktu terakhir. Pemerintah pun disebut terus berupaya merapikan berbagai kebijakan untuk mengurangi “noise” yang dapat memicu persepsi negatif terhadap perekonomian.
BACA JUGA:Menkeu Purbaya Tahan PPN Tol hingga Ekonomi Membaik
BACA JUGA:Purbaya: Lembaga Rating Dunia Nilai Ekonomi Indonesia Masih Solid
BACA JUGA:Gambaran Ekonomi Iran Usai Digempur AS, Harga Roti Melonjak 140% dan Ekspor Anjlok 70%
“Tapi untuk saya sih ini bukan tanda pemburukan apa dipicu oleh pemburuknya ekonomi domestik. Dibanding negara lain kita masih kuat,” ujar Purbaya dalam Media Briefing, Jumat (24/4/2026).
Ia menambahkan bahwa pemerintah kini fokus memperbaiki berbagai kendala di sektor ekonomi, termasuk menutup potensi kebocoran dalam sistem perpajakan serta memastikan kebijakan berjalan lebih efektif. Sejumlah isu yang sebelumnya menimbulkan polemik, seperti kebijakan pajak tertentu, juga telah dirapikan agar tidak menimbulkan ketidakpastian di pasar.
Purbaya juga menyoroti pentingnya pengelolaan ekspektasi publik dan pelaku pasar. Menurutnya, sentimen negatif yang beredar justru dapat memperburuk persepsi terhadap rupiah, meskipun kondisi fundamental tidak berubah.
“Yang jelas adalah pondasi ekonomi kita tidak berubah. Bahkan akan cenderung semakin cepat,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak melakukan intervensi untuk sengaja melemahkan rupiah demi kepentingan daya saing perdagangan. Ia menyebut, nilai tukar tetap bergerak sesuai dengan fundamental ekonomi yang ada, meskipun dalam jangka pendek dapat dipengaruhi oleh sentimen dan ekspektasi pasar.



/2026/02/21/1358728669.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472850/original/077010600_1768378156-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-14_Januari_2026-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5552761/original/002595000_1775826094-Menaker_Ajukan_Tambahan_150_Ribu_Kuota_Magang_Nasional_2026_-_1.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5103467/original/057047800_1737457741-20250121-Jaga_Inflasi-ANG_3.jpg)
/2026/02/23/150824229.jpg)
/2017/07/17/97795405.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975025/original/099793100_1648205102-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4013693/original/013633000_1651632346-000_329D9VG.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5565023/original/022834200_1777009176-IMG-20260424-WA0010.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2833304/original/055774200_1561020095-20190619-BI-Tahan-Suku-Bunga-Acuan-6-Persen6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1400474/original/063702300_1478686860-20161109--Donald-Trump-Unggul-Rupiah-Terpuruk-Jakarta-Angga-Yuniar-04.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5564493/original/011433300_1776946208-WhatsApp_Image_2026-04-23_at_18.54.20__1_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4008026/original/089081400_1651029033-IMG-20220426-WA0037.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4380624/original/041544900_1680444403-IMG-20230402-WA0001.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5548113/original/041002800_1775525702-foto2.jpg)