Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan upaya pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperkuat keterkaitan antara pelatihan vokasi dengan kebutuhan industri di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Proyek Strategis Nasional (PSN). Hal ini disampaikan usai pertemuan dengan pengelola KEK dan PSN yang difasilitasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Yassierli mengatakan, pelatihan vokasi dan program magang ke depan akan diarahkan agar lebih sesuai dengan kebutuhan riil industri, sehingga lulusan dapat langsung terserap di dunia kerja.
BACA JUGA:Cek Fakta: Hoaks Link Pendaftaran BSU Kemnaker Periode April – Juni 2026
BACA JUGA:Magang Nasional Batch I Segera Berakhir
BACA JUGA:Kuota Magang Nasional 2026 Ditambah Jadi 150 Ribu Peserta, Ini Alasannya
Jadi kami ingin pelatihan-pelatihan vokasi yang kita lakukan, termasuk juga nanti magang, itu lebih match lagi, lebih dekat lagi dengan kebutuhan dari KEK atau PSN,” ujar Yassierli kepada wartawan ketika ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Kamis (23/4/2026).
Ia menjelaskan, pemerintah telah mulai memetakan kebutuhan konkret dari masing-masing kawasan, termasuk kendala yang selama ini dihadapi, seperti kesiapan balai pelatihan yang belum sepenuhnya selaras dengan kebutuhan industri.
Jadi tadi kita petakan apa yang bisa kita lakukan ke depan, lebih konkret, lebih kolaboratif,” ujar dia.
Yassierli menyebut pemerintah akan mengoptimalkan kuota pelatihan vokasi yang sudah tersedia agar benar-benar relevan dengan kebutuhan industri. Dengan begitu, peserta pelatihan memiliki peluang lebih besar untuk langsung bekerja setelah menyelesaikan program.
Jadi ini insyaallah nanti akan difasilitasi oleh Kemenko, sehingga kita berharap kita masih punya kuota pelatihan, vokasi 60.000 yang sekarang yang sudah ada anggarannya, itu bisa kita benar-benar dekat dengan kebutuhan industri,” ujar Yassierli.


/2026/02/21/1358728669.jpg)
/2025/03/06/38420056.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5564324/original/099714800_1776934322-IMG_3815.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5562718/original/076507100_1776838015-Chairman_B57__Asia_Pasifik_Arsjad_Rasjid-22_April_2026c.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/976570/original/042706700_1441279137-harga-emas-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1601200/original/046758400_1495427422-Fintech.jpg)
/2025/05/14/252621507.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/1400471/original/026176400_1478686859-20161109--Donald-Trump-Unggul-Rupiah-Terpuruk-Jakarta-Angga-Yuniar-01.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5564221/original/031578300_1776930460-WhatsApp_Image_2026-04-23_at_12.16.10__1_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4805340/original/093907000_1713432001-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3532284/original/011004900_1628161432-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/976573/original/043185800_1441279137-harga-emas-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1095898/original/089936600_1451317331-Gedung-PPATK-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4172125/original/088962000_1664246266-pupuk_bersubsidi.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5527489/original/089112300_1773204270-Kepala_Staf_Kepresidenan__Muhammad_Qodari-11_Maret_2026a.jpg)