Jakarta – Harga Bitcoin (BTC) mencatatkan pelemahan tajam sekitar 17,44 persen pada hari ini Minggu (7/6/2026) dibandingkan satu pekan sebelumnya. Analis melihat adanya pengaruh dana keluar terhadap anjloknya harga BTC.
Financial Expert Ajaib, Panji Yudha melihat tren pelemahan harga BTC dalam beberapa waktu terakhir. Menurutnya harga dipengaruhi ada sejumlah faktor.
BACA JUGA:Harga XRP Tertekan Sepekan Terakhir, Bisa Bangkit Lagi?
BACA JUGA:Visa Uji Coba Stablecoin SBC untuk Sistem Pembayaran Blockchain
BACA JUGA:Harga Kripto Hari Ini 7 Juni 2026: ADA Anjlok Parah Dalam Sepekan
BACA JUGA:Remaja Peneliti Kripto Kena Sanksi Rusia Usai Ungkap Dugaan Pencucian Uang
Anjloknya harga Bitcoin secara dramatis ini utamanya didorong oleh serta rekor outflow dana dari ETF Bitcoin Spot AS. Laporan terbaru dari SoSoValue mencatat bahwa ETF Spot AS telah mengalami arus keluar selama 13 hari perdagangan berturut-turut, ungkap Panji dalam analisisnya, dikutip Minggu (7/6/2026).
Dia mencatat, pada perdagangan 3 Juni, awal pekan ini tercatat net outflow sebesar USD 396,60 juta, yang membuat total dana yang kabur dari ETF menembus angka USD 1,4 miliar hanya dalam tiga hari pertama di Juni 2026.
Eksodus dana yang masif ini juga sangat dipengaruhi oleh agresifnya pergerakan investor ritel yang merotasi modal mereka keluar dari Bitcoin demi mengejar pertumbuhan eksponensial di instrumen lain, urainya.
Panji memandang, euforia saham kecerdasan buatan (AI) yang mendominasi pasar global memancing para trader yang tertarik pada volatilitas untuk membanjiri opsi berjangka pendek dan pasar prediksi.
Beralih ke Kripto Lain
Panji mengatakan, likuiditas yang dulunya mengendap di Bitcoin kini dialihkan untuk berspekulasi memburu kontrak futures pre-IPO di platform desentralisasi seperti Hyperliquid dan Lighter.
Di mana mereka berlomba-lomba untuk mengambil porsi awal menyambut mega-katalis seperti IPO SpaceX atau ronde pendanaan raksasa AI berikutnya, kata dia.




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4750922/original/000470300_1708667884-WhatsApp_Image_2024-02-22_at_16.29.58__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5571829/original/093118300_1777704198-AP26122040085377.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4278948/original/099543400_1672614637-FOTO.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4198274/original/006305900_1666263447-Peningkatan_penggunan_jasa_transportasi_umum-ANGGA_3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3617285/original/012275200_1635503742-20211029-Neraca-perdagangan-RI-alamai-surplus-ANGGA-3.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816479/original/001937700_1714383474-fotor-ai-2024042913365.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3493167/original/008504900_1624612393-shutterstock_1654274959.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5119143/original/000941200_1738566772-XRP_illustration_alternative.jpg)