Jakarta – Korea Selatan (Korsel) sedang mengembangkan undang-undang (UU) baru untuk mengelola aset milik negara untuk mengakomodasi kelas aset baru termasuk kripto.
Mengutip the block, Rabu, (15/7/2026), Kementerian Keuangan dan Ekonomi Korea Selatan mengatakan akan menetapkan Undang-Undang Dasar Aset Nasional atau the National Asset Basic Act untuk memperbarui sistem pengelolaan aset pemerintah. Hal itu disampaikan kementerian saat pengarahan utama di Istana Kepresidenan.
BACA JUGA:3 Faktor Bursa Saham Korea Selatan Lebih Bergejolak Ketimbang Bitcoin
BACA JUGA:WNI Kabur saat Tur, KBRI Seoul: Taat Aturan demi Kemudahan Visa Korsel
BACA JUGA:Korea Selatan Selidiki 40 Kasus Manipulasi Pasar Kripto
Kementerian menjelaskan, Undang-Undang Properti Negara atau State Property Act yang ditetapkan 1950 dirancang untuk struktur aset yang berpusat pada real estate pada era tersebut.
Kerangka kerja ini akan mencakup kelas aset baru, seperti kekayaan intelektual dan aset virtual, sekaligus memperkuat pengelolaan dan pengembangan aset negara secara khusus berdasarkan kategori.
Di bawah kerangka kerja baru ini, Korea Selatan bertujuan menggeser pengelolaan properti milik negara dari fokus warisan pada pelestarian, penjualan, dan pengembanagn dasar ke model yang berpusat pada pengembangan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.
Pada pertemuan Dewan Negara, Senin, 13 Juli 2026, kementerian kembali menegaskan komitmennya untuk mengembangkan ekonomi blockchain dan aset digital, meskipun lebih menekankan pada pengembangan AI.
Dokumen tersebut menguraikan rencana untuk mendorong ekonomi blockchain sebagai bagian dari strategi pertumbuhan ekonomi negara untuk paruh kedua 2026. Ini termasuk pengembangan lebih lanjut proyek mata uang digital bank sentral (CBDC) dan Undang-Undang Dasar Aset Digital, kerangka hukum yang didedikasikan untuk sektor kripto dan stablecoin lokal.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. www.wmhg.org tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.



/2026/04/08/2106434271.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4659718/original/012191600_1700712502-kanchanara-3ESepqQ5Yf0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291645/original/096933900_1783571295-IMG_5380.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5054736/original/007210600_1734419905-8bd6d0a2-0e08-4744-b916-300008009aa3.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4971211/original/002589400_1729136232-IMG_5738.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5369483/original/034567100_1759472304-1000117747.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5450574/original/027965600_1766147761-Kepala_Eksekutif_Pengawas_Perbankan_OJK__Dian_Ediana_Rae.jpeg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/2053635/original/071518800_1522820303-20180404-BI-MER-AB2a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3181744/original/039116300_1594892567-20200716-Rupiah-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4980632/original/088675900_1729925953-3c4be2dd-02e9-4dde-98e4-1b2a557f2b63.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5111034/original/031563900_1738033947-AP_Photo-Ben_Curtis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5133405/original/8100_1739534500-DALL__E_2025-02-14_19.00.12_-_A_digital_illustration_featuring_various_cryptocurrency_coins__including_Bitcoin__BTC___Ethereum__ETH___Binance_Coin__BNB___Solana__SOL___and_meme_coi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1937644/original/001119200_1519626925-1.jpg)