Jakarta – Visa mulai menguji penggunaan stablecoin dalam proses penyelesaian transaksi atau settlement melalui token SBC di jaringan privat Canton Network. Langkah ini menunjukkan semakin besarnya minat lembaga keuangan global terhadap teknologi blockchain yang dirancang khusus untuk kebutuhan institusi.
Dikutip dari CoinMarketCap, Minggu (7/6/2026), dalam uji coba tersebut, Visa menggunakan stablecoin SBC, yaitu dolar digital yang didukung cadangan aset dan diterbitkan oleh Brale. Stablecoin merupakan aset kripto yang nilainya dipatok pada aset tertentu, seperti dolar AS, sehingga memiliki volatilitas yang lebih rendah dibandingkan mata uang kripto lainnya.
BACA JUGA:Iran Tuduh AS Tolak Visa Pejabat Timnas Jelang Piala Dunia 2026
BACA JUGA:Tok, Batas Atas Biaya Perpanjangan Visa untuk Menetap di Jepang Naik Jadi Rp 11,2 Juta
BACA JUGA:RI Dukung Madagaskar Buka Kedutaan Besar di Jakarta
Dalam sistem keuangan, settlement merupakan tahap akhir dari sebuah transaksi, ketika dana atau nilai benar-benar berpindah dari satu pihak ke pihak lain. Melalui pengujian ini, Visa ingin mengetahui apakah dolar yang telah ditokenisasi dapat menggantikan atau melengkapi proses penyelesaian transaksi antarbank yang selama ini digunakan.
Langkah tersebut menjadi perkembangan nyata setelah sebelumnya Visa beberapa kali menyampaikan ketertarikannya terhadap infrastruktur mata uang digital. Berbeda dengan sekadar kajian atau konsep, kali ini perusahaan mulai melakukan pengujian langsung menggunakan stablecoin dan jaringan blockchain tertentu.
Eksperimen ini juga menjadi sinyal bahwa perusahaan pembayaran global mulai serius mengevaluasi peran aset digital dalam sistem keuangan modern.




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3493167/original/008504900_1624612393-shutterstock_1654274959.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5571829/original/093118300_1777704198-AP26122040085377.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4278948/original/099543400_1672614637-FOTO.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4198274/original/006305900_1666263447-Peningkatan_penggunan_jasa_transportasi_umum-ANGGA_3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3617285/original/012275200_1635503742-20211029-Neraca-perdagangan-RI-alamai-surplus-ANGGA-3.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816479/original/001937700_1714383474-fotor-ai-2024042913365.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5119143/original/000941200_1738566772-XRP_illustration_alternative.jpg)