Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah belum akan memungut pajak baru pada kuartal II 2026. Keputusan itu diambil karena pertumbuhan ekonomi dinilai belum cukup kuat untuk menopang tambahan kebijakan fiskal.
Purbaya memproyeksikan laju ekonomi pada kuartal II 2026 juga belum akan menyentuh level 6 persen. Karena itu, pemerintah memilih menahan rencana pengenaan pajak baru setidaknya sampai pertumbuhan ekonomi mampu bertahan di atas level tersebut secara konsisten selama dua kuartal berturut-turut.
BACA JUGA:Pelaporan SPT Capai 13,2 Juta hingga 11 Mei 2026
BACA JUGA:Purbaya Nonaktifkan Dua Pejabat Pajak Terkait Restitusi
BACA JUGA:DJP Blokir Ribuan Rekening Penunggak Pajak di 11 Bank Besar
“Pertumbuhan ekonomi 5,61 persen kan belum 6 dan belum stabil 6 persen. Let’s say kalau dua kuartal berturut-turut di atas 6 persen, kita akan pertimbangan pajak-pajak yang lain,” kaya Purbaya dalam media briefing Senin, (11/5/2026).
Menurut dia, pemerintah tetap akan berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi menuju target 6 persen. Namun, kebijakan pajak baru belum akan diterapkan hingga ada kepastian ekonomi berada pada jalur yang lebih stabil.
“Kita dorong ke arah sana, tapi saya rasa belum 6 persen, mendekati sana lah. Tapi saya tunggu sampai agak stabil sedikit lah,” ungkapnya.
Terkait rencana penunjukan pemungut pajak e-commerce domestik atas transaksi penjualan barang oleh merchant di platform digital, Purbaya mengatakan pemerintah masih akan menunggu data pertumbuhan ekonomi kuartal II 2026. Jika hasilnya positif, kebijakan tersebut berpeluang dijalankan.
Ia menjelaskan, wacana itu muncul sebagai respons atas keluhan pedagang offline yang merasa daya saingnya tertekan akibat membanjirnya produk impor, khususnya dari China, di platform e-commerce.
“Tapi untuk pajak-pajak misalnya online, approach-nya adalah untuk membuat yang offline bisa lebih bersaing. Mereka ingin equal level playing field, kesetaraan dalam persaingan dagang, itu aja,” pungkas Purbaya.



/2025/03/06/38420056.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5683674/original/000099900_1778556294-70cb78be-abbf-4463-8feb-1d5c69de25fc.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523351/original/063455500_1772803904-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-6_Maret_2026c.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5686091/original/043743900_1778559896-1000315779.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/781851/original/087607700_1418807496-nickel.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5542609/original/067408900_1774947977-WhatsApp_Image_2026-03-31_at_14.15.23.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5579577/original/079405700_1778057267-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4875742/original/093303000_1719401842-20240626-Rupiah_Melemah-ANG_5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1954437/original/003823600_1519994760-20180302-Dolar-AY1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4826292/original/095830100_1715176226-fotor-ai-20240508204955.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5186932/original/075074000_1744629098-20250414-Harga_Emas_Batangan-AFP_5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3352150/original/028984100_1610959709-20210118-Emas-Antam-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5547859/original/095901800_1775473870-dpr7.jpg)