Jakarta – Berdasarkan survei emas mingguan Kitco, analis wall street bersikap ragu-ragu terhadap prospek emas dalam jangka pendek. Bahkan, harga emas diprediksi melemah di tengah sentimen geopolitik Timur Tengah. Sementara itu, pelaku pasar tetap yakin harga emas membaik usai kembali bertahan di level support US$ 4.000.,
Mengutip Kitco, Senin (27/7/2026), pekan lalu, 18 analis berpartisipasi dalam survei emas Kitcon dengan sentimen wall street menilai sangat bearish dan tidak pasti setelah kinerja emas belum meyakinkan. Empat analis atau 22% memprediksi harga emas naik pekan ini. Sedangkan tujuh lainnya mewakili 39% dari total memprediksi penurunan harga. Tujuh lainnya melihat logam mulia akan terus bergerak mendatar.
BACA JUGA:Harga Emas 24 Karat Hari Ini, Senin 27 Juli 2026: Antam Naik, Pegadaian Stabil
BACA JUGA:Harga Emas Perhiasan Hari Ini 27 Juli 2026, Cek Raja Emas dan Laku Emas
BACA JUGA:Update Harga Emas Pegadaian Hari Ini 27 Juli 2026
BACA JUGA:Harga Emas Antam 27 Juli 2026 Melambung Rp 10.000, Cek Rincian di Sini
Di sisi lain, 249 suara diberikan dalam jajak pendapat Kitco. Investor Main Street menjadi lebih bullish setelah level support emas bertahan sekali lagi di US$ 4.000.
Sementara itu, 147 pelaku pasar ritel atau 59% memperkirakan harga emas naik. Sedangkan 48 lainnya atau 19% memprediksi logam mulia ini akan turun. 54 investor yang tersisa, yang mewakili 22% dari total memperkirakan terjadi konsolidasi lebih lanjut pekan ini.
Analis Senior Barchart.com, Darin Newsom menuturkan, harga emas akan sideway. Dari sisi teknikal, ia menilai tidak banyak alasan bagi kontrak berjangka Desember untuk keluar dari kisaran penutupan harian antara US$ 4.048,70 pada 16 Juli dan US$ 4.210 pada 22 Juli 2026.
Ia menambahkan, terakhir kali emas untuk Desember ditutup di atas DMA 45 pada 16 Maret antara US$ 5.150,30-US$ 5.148. “Selain itu, indikator stochastics harian dan volatilitas tersirat keduanya netral menjelang akhir pekan,” Darin menambahkan.



/2021/02/18/1325885497.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291321/original/097359500_1783517932-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305957/original/000091700_1784813292-1000386094.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292382/original/070836300_1783592751-Menteri_Energi_dan_Sumber_Daya_Mineral__ESDM__Bahlil_Lahadalia-9_Juli_2026a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303927/original/092801600_1784700869-Menteri_PKP_Maruarar_Sirait-22_Juli_2026a.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3000972/original/026902200_1576748930-20191219-BI-Pertahankan-Suku-Bunga-Acuan-di-5-Persen-ANGGA-1.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295803/original/073496000_1783947875-Menko_Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-13_Juli_2026a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308647/original/018090100_1785155621-WhatsApp_Image_2026-07-27_at_19.29.57.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4983551/original/040526200_1730124925-WhatsApp_Image_2024-10-28_at_16.06.25.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876285/original/011593500_1719462277-fotor-ai-2024062711138.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740422/original/078699100_1707701814-fotor-ai-2024021283356.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/1937644/original/001119200_1519626925-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876282/original/004384100_1719462261-fotor-ai-2024062711133.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816480/original/079795300_1714383491-fotor-ai-2024042913369.jpg)