Jakarta – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memastikan seluruh perusahaan asuransi akan menjadi peserta Program Penjaminan Polis (PPP). Namun, dalam tahap awal, perusahaan asuransi dapat masuk sebagai peserta penuh atau peserta bersyarat sesuai tingkat kesehatan masing-masing.
Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu mengatakan kepesertaan dalam program tersebut bersifat wajib bagi perusahaan asuransi.
BACA JUGA:RI Tertinggal Jauh soal Asuransi Dibanding Negara ASEAN, Ini Buktinya
BACA JUGA:LPS Targetkan Program Penjaminan Asuransi Aktif 2027
“Semua perusahaan asuransi ini ikut dalam kepesertaan, tetapi ada yang peserta penuh, ada yang bersyarat,” katanya dikutip dari Antara, Kamis (10/9/2026).
Dalam desain program yang diusulkan, perusahaan asuransi jiwa dan asuransi umum wajib mengikuti PPP dengan memenuhi persyaratan tingkat kesehatan tertentu saat awal kepesertaan.
Salah satu kriterianya adalah memiliki Risk Based Capital (RBC) minimal 120 persen serta tidak sedang berada dalam status pengawasan intensif atau pengawasan khusus.
Sementara itu, perusahaan asuransi yang belum memenuhi kriteria untuk menjadi peserta penuh akan masuk kategori peserta bersyarat.
Anggito mengatakan perusahaan yang masih berstatus bersyarat tetap diberikan kesempatan untuk memenuhi ketentuan dan beralih menjadi peserta penuh.
“Jadi perusahaan asuransi dan perusahaan asuransi syariah itu adalah punya hak untuk menjadi peserta. Namun, nanti dalam PP (Peraturan Pemerintah tentang PPP), kami akan membuatkan kriteria supaya semuanya mengikuti persyaratan yang ada tersebut. Jadi kalau belum memenuhi ya kita beri waktu. Waktunya ada batasnya? Tidak ada,” ungkap Anggito.
/2026/05/21/68904607.jpg)
/2026/05/09/224707658.jpg)
/2026/03/26/104302596.jpg)
/2026/04/23/1284705323.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344340/original/014473700_1788942963-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_15.32.10.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4875743/original/064820600_1719401843-20240626-Rupiah_Melemah-ANG_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343444/original/044719400_1788857447-email-attachment_2026_09_08_immanuel-christian_purbaya-akui-tak-pusing-urus-anggaran-mbg_IMG_6933.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305867/original/021025200_1784806171-email-attachment_2026_07_23_ariefhakim-at-klyid_menkeu-purbaya-belum-tentukan-pfii-berdiri-di-lahan-bumn_1000385985.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310807/original/088871800_1785371580-Gemini_Generated_Image_hjxpijhjxpijhjxp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/976571/original/042940100_1441279137-harga-emas-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3532280/original/085965300_1628161371-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3975025/original/099793100_1648205102-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344110/original/095497300_1788934371-20260821_-_HL_Tokocrypto-26.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313338/original/051092900_1785634551-ChatGPT_Image_Aug_2__2026__08_35_29_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344766/original/032034000_1789000970-ChatGPT_Image_Sep_10__2026__07_42_04_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3432073/original/095723100_1618702075-michael-fortsch-SIz6izQKxzs-unsplash.jpg)