Jakarta – GameStop melaporkan laba operasional kuartal kedua tertinggi sepanjang masa US$ 160,2 juta atau Rp 2,80 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.510) untuk periode 13 minggu yang berakhir 1 Agustus. Selain itu, laporan kinerja perseroan juga menunjukkan kerugian sebesar US$ 75 juta atau Rp 1,31 triliun terkait aset digital dan piutang terkait.
Hal ini berbalik dari keuntungan US$ 28,6 juta atau Rp 500,91 miliar pada periode sama kuartal lalu. Kinerja keuangan itu berdasarkan laporan keuangan yang diserahkan kepada SECDemikian mengutip Yahoo Finance, Kamis, (10/9/2026).
BACA JUGA:Laba Bersih ITMG Melesat 17% hingga Semester I 2026
BACA JUGA:HEAL Kantongi Pendapatan Rp 3,61 Triliun pada Semester I 2026
Kerugian tersebut bersifat belum terealisasi (unrealized). GameStop tidak membeli atau menjual aset digital selama kuartal tersebut, dan laporan itu memasukkan kembali angka US$ 75 juta tersebut sebagai pos non-kas dalam laporan arus kas perusahaan.
Angka ini mencerminkan penurunan nilai pasar (mark-to-market) atas aset yang masih dimiliki perusahaan. Aset-aset tersebut, sekitar 4.709 BTC yang dijaminkan kepada Coinbase Credit untuk program opsi, menurut The Block, tercatat dalam neraca sebesar US$ 294,1 juta, turun dari US$ 528,6 juta pada akhir tahun fiskal sebelumnya.
GameStop mulai membangun posisi bitcoin-nya pada Maret 2025, saat perusahaan mengumumkan penawaran surat utang konversi (convertible note) senilai US$ 1,5 miliar yang dananya dapat digunakan untuk membeli bitcoin. Pendekatan ini meniru strategi pengelolaan kas perusahaan yang dipelopori oleh Strategy (sebelumnya MicroStrategy), yang memegang lebih dari 845.000 BTC.
/2026/08/03/1887649803.jpg)
/2023/04/27/1632366693.jpg)
/2026/02/18/1346664671.jpg)
/2026/08/28/1217435868.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3337095/original/079976700_1609328703-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-4.jpg)





:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352147/original/086289000_1610959706-20210118-Emas-Antam-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3975039/original/078300400_1648205647-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3532281/original/068580000_1628161372-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2358749/original/070880200_1536904477-afpprison.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876282/original/004384100_1719462261-fotor-ai-2024062711133.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5302021/original/032085300_1753969488-Gemini_Generated_Image_jtk1w2jtk1w2jtk1.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,45,645,0)/kly-media-production/medias/4856444/original/021606300_1717750001-20240512_102627.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4594243/original/089058400_1696137886-andre-francois-mckenzie-iGYiBhdNTpE-unsplash.jpg)