Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah ke posisi 17.900 pada penutupan perdagangan Senin, (12/10/2026). Analis menilai, tekanan terhadap rupiah itu didorong potensi kenaikan suku bunga the Federal Reserve (the Fed).
Mengutip Antara, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup turun 14 poin atau 0,08% menjadi 17.913 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di 17.899 per dolar AS.
BACA JUGA:IHSG Hari Ini Tersungkur 2,59% ke 5.936, Sektor Saham Energi Pimpin Koreksi
BACA JUGA:Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Dibuka Menguat, Harga Minyak Jadi Pendorong
BACA JUGA:Laporan Keuangan hingga Inflasi AS Bakal Jadi Perhatian Pekan Ini
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada juga bergerak melemah ke level Rp17.899 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.884 per dolar AS.
“Pernyataan terbaru dari pejabat the Fed juga membuka peluang bagi kenaikan suku bunga lebih lanjut,” kata Analis mata uang Ibrahim Assuabi, Senin pekan ini.
Presiden The Fed St. Louis Alberto Musalem sudah mengungkapkan kebutuhan pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut untuk mengembalikan inflasi ke tingkat target 2% bank sentral.
Demikian juga disampaikan Gubernur The Fed Christopher Waller yang mengindikasikan kenaikan suku bunga tambahan mungkin diperlukan untuk menekan inflasi lebih cepat jika data ekonomi secara umum tetap sesuai dengan perkiraan.
Minggu ini pasar akan mencermati data inflasi tingkat konsumen dan produsen, yang akan disusul oleh data penjualan ritel dan juga pernyataan beberapa pejabat The Fed,” ujar Ibrahim.
Melihat sentimen geopolitik, Presiden AS Donald Trump menyatakanUkraina dan Rusia telah sepakat untuk menghentikan serangan terhadap fasilitas energi masing-masing menyusul kesepakatan pasokan diesel AS dengan Moskow.
Trump juga mengumumkan, Ukraina dan Rusia telah menyepakati gencatan senjata terkait energi. Namun, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menyatakan masih menunggu rincian kesepakatan tersebut, sementara pihak Rusia tidak memberikan komentar.
/2025/02/17/71934753.jpg)
/2026/06/04/605781479.jpg)
/2026/01/06/861433562.jpg)
/2024/12/09/820861297.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371760/original/088890800_1791804922-AP26285357427624.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3617288/original/052829700_1635503921-20211029-Neraca-perdagangan-RI-alamai-surplus-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372866/original/085182200_1791898517-email-attachment_2026_10_13_ardiansyah-putra_bukan-cuma-batu-bara-kai-angkut-296-ribu-ton-semen-dan-bbm-di-lampung_1001758121.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371763/original/058191200_1791804997-AP26285359949659.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3532280/original/085965300_1628161371-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4881568/original/087545300_1719967244-fotor-ai-2024070373816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3324618/original/083189900_1608026626-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3458468/original/004833700_1621321944-20210518-Harga-Emas-Antam-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4527216/original/053880700_1691248902-Kripto_9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028255/original/089063500_1732871319-fotor-ai-2024112916722.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3913279/original/044672700_1643034569-24_januari_2022-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2050779/original/091139900_1522730510-20180403-Bitcoin-AFP1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313336/original/086824700_1785634470-ChatGPT_Image_Aug_2__2026__08_33_41_AM.jpg)