Jakarta – Di tengah pemulihan harga Bitcoin yang kembali menembus level US$ 80.000, perhatian pasar kripto masih dibayangi berbagai sentimen ekonomi global. Mulai dari harga minyak, imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS), hingga arah kebijakan The Fed.
Namun, CEO Tokocrypto Calvin Kizana justru melihat peluang yang lebih besar di pasar domestik. Menurutnya, Indonesia merupakan salah satu pasar kripto yang potensinya masih kurang mendapat perhatian di tingkat global.
BACA JUGA:Bitcoin Bergejolak, Pelaku Pasar Cermati Suku Bunga The Fed
BACA JUGA:GameStop Berpotensi Alami Rugi Rp 1,3 Triliun Terkait Aset Digital
BACA JUGA:Iran Izinkan Eksportir Gunakan Bitcoin dan Tether di Tengah Sanksi AS
Dari perspektif saya, Indonesia masih menjadi salah satu pasar yang underrated, potensinya paling dipandang sebelah mata, ujar Calvin pada acara Coinfest Asia 2026, dikutip Kamis (10/9/2026).
Pandangan tersebut bukan tanpa dasar. Berdasarkan Chainalysis Global Crypto Adoption Index 2025, Indonesia berada di peringkat ketujuh dari 151 negara dalam tingkat adopsi kripto grassroots.
Posisi tersebut bahkan menempatkan Indonesia di atas sejumlah negara yang selama ini lebih dikenal sebagai pusat industri kripto Asia Tenggara. Singapura, misalnya, tidak masuk dalam 10 besar indeks tersebut.
Data domestik juga menunjukkan besarnya pasar kripto Indonesia.
/2026/05/21/68904607.jpg)
/2025/01/01/1905678402.jpg)
/2026/05/09/224707658.jpg)
/2026/03/26/104302596.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344340/original/014473700_1788942963-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_15.32.10.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343444/original/044719400_1788857447-email-attachment_2026_09_08_immanuel-christian_purbaya-akui-tak-pusing-urus-anggaran-mbg_IMG_6933.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4875743/original/064820600_1719401843-20240626-Rupiah_Melemah-ANG_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305867/original/021025200_1784806171-email-attachment_2026_07_23_ariefhakim-at-klyid_menkeu-purbaya-belum-tentukan-pfii-berdiri-di-lahan-bumn_1000385985.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313338/original/051092900_1785634551-ChatGPT_Image_Aug_2__2026__08_35_29_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344766/original/032034000_1789000970-ChatGPT_Image_Sep_10__2026__07_42_04_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3432073/original/095723100_1618702075-michael-fortsch-SIz6izQKxzs-unsplash.jpg)