Jakarta – Prasasti Center for Policy Studies menilai pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) sebagai agregator ekspor dapat memperkuat tata kelola komoditas sumber daya alam (SDA) strategis nasional.
Board of Trustees Prasasti Center for Policy Studies, Fuad Bawazier mengatakan penguatan tata kelola ekspor SDA diperlukan untuk memperbaiki pencatatan ekspor, validasi harga, dan repatriasi devisa hasil ekspor.
BACA JUGA:Purbaya Awasi Pegawai DSI: Kalau Tiba-Tiba Kaya, Kita Pecat!
BACA JUGA:Ekspor Batu Bara Cs Lewat DSI Berlaku Penuh 2027
BACA JUGA:Di Depan Pengusaha, Airlangga Bongkar Tujuan DSI Dibentuk
“Penguatan tata kelola ekspor SDA melalui DSI adalah agenda yang penting dan strategis,” kata Fuad dikutip dari Antara, Jumat (22/5/2026).
Menurut dia, Indonesia sebagai negara komoditas besar membutuhkan instrumen yang mampu mengonsolidasikan pencatatan, validasi harga, dan repatriasi devisa secara lebih sistematis.
Fuad menilai DSI dapat menjadi instrumen untuk memastikan nilai ekspor tercatat lebih akurat, devisa hasil ekspor kembali lebih optimal, dan posisi tawar Indonesia di pasar global semakin kuat. Ia mengatakan kebijakan tersebut juga relevan di tengah tekanan terhadap rupiah dan kebutuhan memperkuat basis penerimaan negara.
“Indonesia tidak dapat terus membiarkan komoditas bernilai tinggi keluar melalui sistem pencatatan dan transaksi yang terfragmentasi,” ujarnya.
Fuad menyampaikan indikasi under-invoicing ekspor SDA sepanjang 1991-2024 diperkirakan mencapai sekitar USD 908 miliar atau setara Rp15.980,9 triliun.
Menurut dia, angka tersebut menunjukkan besarnya potensi nilai ekspor yang selama ini belum tercatat secara optimal bagi perekonomian nasional. Ia menambahkan pengelolaan ekspor secara teragregasi bukan hal baru, baik di Indonesia maupun di sejumlah negara lain.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/6602219/original/051243600_1779438399-publikasi_1779417344_6a0fc1008d64b.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6377629/original/006536800_1779252749-Rapat_DPR.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6451895/original/068053700_1779316601-perkuat-ekspor-pemerintah-guyur-lpei-rp-1-triliun.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5160378/original/069897800_1741795320-cacbe7cf-b221-491f-8ec9-d3ec31df7d43.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6387768/original/064593600_1779263008-IMG_4415.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5196554/original/086520400_1745413930-20250423-Perkotaan-ANG_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1400474/original/063702300_1478686860-20161109--Donald-Trump-Unggul-Rupiah-Terpuruk-Jakarta-Angga-Yuniar-04.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5427173/original/018853300_1764330348-Managing_Director_Stakeholder_Management_and_Communications_Danantara__Rohan_Hafas-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2031839/original/067497000_1522048380-20180326-Mengintip-alur-pelayanan-e-Samsat-IQBAL-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5088484/original/066302400_1736485410-IMG-20250109-WA0161.jpg)