Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan ada negara yang mendapat kelonggaran aturan penempatan devisa hasil ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) di bank BUMN. Amerika Serikat (AS) menjadi salah satu negara yang mendapat kelonggaran tersebut.
Airlangga memastikan ada pengecualian bagi eksportir dari negara mitra yang memiliki perjanjian dagang atau bilateral khusus. Meski belum merinci negara mana saja, namun AS disebut menjadi salah satunya.
BACA JUGA:Lowongan Kerja Pertamina Jadi Kedok Penipuan, Ini Cara Aman Mengikuti Rekrutmen Resmi
BACA JUGA:Ini Syarat Ideal Jadi Bos BUMN
BACA JUGA:Rombak 180 BUMN, Dony Oskaria Pastikan Hak Pegawai
BACA JUGA:Tak Hanya Pakai Dolar, Simpan Devisa Ekspor Sumber Daya Bisa Pakai Yuan Cs
Iya ada pengecualian untuk negara mitra, nanti kita monitor salah satu, misalnya Amerika Serikat, ucap Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Kelonggaran ini sejalan dengan isi Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2026. Aturan tersebut memungkinkan adanya fleksibilitas dalam pelaksanaan perjanjian dagang atau perdagangan kesepakatan lain.
Salah satu kelonggarannya, eksportir dari negara mitra dagang boleh menempatkan retensi sebear 30 persen di bank non-Himbara. Hal ini berlaku untuk jangka waktu minimal tiga bulan.
Secara umum, eksportir wajib menempatkan 100 persen DHE ke bank BUMN dengan tenor 12 bulan. Sektor migas minimal 30 persen selama tiga bulan, sedangkan nonmigas 100 persen selama 12 bulan.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5196554/original/086520400_1745413930-20250423-Perkotaan-ANG_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6377629/original/006536800_1779252749-Rapat_DPR.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6451895/original/068053700_1779316601-perkuat-ekspor-pemerintah-guyur-lpei-rp-1-triliun.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5160378/original/069897800_1741795320-cacbe7cf-b221-491f-8ec9-d3ec31df7d43.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6387768/original/064593600_1779263008-IMG_4415.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3181744/original/039116300_1594892567-20200716-Rupiah-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6224946/original/089033600_1779101760-kur_BRI.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2832426/original/059440700_1560940276-20190619-Rupiah-Menguat-di-Level-Rp14.264-per-Dolar-AS1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5219633/original/084845400_1747221145-20250514-Harga_Emas-ANG_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3532284/original/011004900_1628161432-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/976570/original/042706700_1441279137-harga-emas-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6430134/original/028574200_1779298469-bi-catat-pelemahan-rupah-telah-mencapai-10-persen-rev1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4216934/original/094233100_1667793288-Wall-Street-3.jpg)