Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan ketahanan di tengah tekanan pasar global yang belum mereda.
Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas Ibrahim Assu’aibi, mengatakan di balik pergerakan tersebut, peran aktif Bank Indonesia (BI) menjadi kunci dalam menjaga stabilitas mata uang Garuda dari gejolak eksternal.
BACA JUGA:Purbaya: Rupiah Tertekan Faktor Global, Bukan karena Fundamental Ekonomi
BACA JUGA:Sempat Sentuh Rp 17.300 per Dolar AS, Rupiah Berbalik Menguat
BACA JUGA:Bos BI: Nilai Tukar Rupiah Sekarang Undervalued
Bank Indonesia menegaskan akan memaksimalkan seluruh bauran kebijakan moneter, kata Ibrahim kepada www.wmhg.org, Jumat (24/4/2026).
Adapun Ibrahim mencatat, pada penutupan perdagangan Jumat, 24 April 2026, rupiah tercatat menguat 57 poin ke level Rp 17.229 per dolar AS, setelah sebelumnya sempat melemah. Pergerakan ini mencerminkan respons cepat otoritas moneter dalam meredam tekanan di pasar valas.
Pada perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup menguat 57 point sebelumnya sempat melemah 10 point dilevel Rp 17.229 dari penutupan sebelumnya di level Rp 17.286, ujarnya.
Ibrahim menuturkan, berdasarkan pernyataan Bank Indonesia menegaskan akan memaksimalkan seluruh instrumen kebijakan untuk menjaga stabilitas rupiah. Strategi yang ditempuh tidak hanya terbatas pada satu pasar, melainkan dilakukan secara simultan di berbagai lini.
Intervensi dilakukan di pasar spot untuk menjaga keseimbangan permintaan dan penawaran valas. Di saat yang sama, BI juga aktif di pasar offshore melalui instrumen Non-Deliverable Forward (NDF), yang kerap menjadi sumber tekanan terhadap rupiah.
Selain itu, bank sentral turut mengoptimalkan pasar Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) guna memperkuat likuiditas dan memberikan alternatif lindung nilai bagi pelaku pasar domestik.
Intervensi dilakukan secara simultan di pasar offshore NDF, pasar spot, serta pasar domestik DNDF, ujarnya.



/2026/02/21/1358728669.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5534487/original/024967600_1773827091-Kabar_Gembira__Uang_Saku_Peserta_Pemagangan_Nasional_Naik_-_3.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5552761/original/002595000_1775826094-Menaker_Ajukan_Tambahan_150_Ribu_Kuota_Magang_Nasional_2026_-_1.jpeg)
/2017/07/17/97795405.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5103467/original/057047800_1737457741-20250121-Jaga_Inflasi-ANG_3.jpg)
/2026/02/23/150824229.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975025/original/099793100_1648205102-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4013693/original/013633000_1651632346-000_329D9VG.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5565023/original/022834200_1777009176-IMG-20260424-WA0010.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2833304/original/055774200_1561020095-20190619-BI-Tahan-Suku-Bunga-Acuan-6-Persen6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1400474/original/063702300_1478686860-20161109--Donald-Trump-Unggul-Rupiah-Terpuruk-Jakarta-Angga-Yuniar-04.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5564493/original/011433300_1776946208-WhatsApp_Image_2026-04-23_at_18.54.20__1_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4008026/original/089081400_1651029033-IMG-20220426-WA0037.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4380624/original/041544900_1680444403-IMG-20230402-WA0001.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5548113/original/041002800_1775525702-foto2.jpg)