Jakarta – Kinerja PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk atau Tugu Insurance menginjak pedal gas dengan pendapatan jasa asuransi sepanjang 2025 tembus Rp 9,11 triliun. Nilai yang melonjak dari Rp 7,46 triliun pada tahun sebelumnya itu tersampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar 29 April 2026.
Presiden Direktur Adi Pramana menegaskan, fondasi keuangan perusahaan tetap solid di tengah ekspansi. Hal ini tercermin dari rasio Risk Based Capital (RBC) yang mencapai 410,90%. Persentase ini jauh di atas batas minimum Otoritas Jasa Keuangan sebesar 120%, bahkan melampaui rata-rata industri di kisaran 335%.
Kondisi ini menunjukkan ketahanan keuangan sekaligus disiplin dalam pengelolaan risiko,” ujarnya dalam keterangan, Kamis (30/4/2026).
Perusahaan anak usaha PT Pertamina (Persero) ini juga mengerek jasa asuransi hingga Rp 1,02 triliun dari sebelumnya Rp 736 miliar. Adi juga menyampaikan, laba tahun berjalan melonjak tajam. Jika tahun sebelumnya hanya Rp 402 miliar, kini laba yang diatribusikan ke entitas induk mencapai Rp 711 miliar, dengan total laba tahun berjalan Rp 762 miliar. Lonjakan ini langsung jadi bahan perbincangan di kalangan pelaku industri.
Tak hanya dari sisi underwriting, mesin investasi Tugu juga ikut panas. Hasil investasi konsolidasian melonjak ke Rp723 miliar, naik signifikan dari Rp458 miliar pada tahun sebelumnya. Strategi investasi yang disebut lebih adaptif terhadap dinamika pasar global jadi salah satu kunci.
Dari sisi likuiditas, kas perusahaan juga melonjak drastis menjadi Rp735 miliar atau naik Rp377 miliar. Sementara itu, ekuitas ikut menguat ke Rp10,17 triliun, menandakan ruang ekspansi yang masih terbuka lebar.
“Dari sisi permodalan, ekuitas konsolidasian tercatat sebesar Rp 10,17 triliun, meningkat Rp 292 miliar dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar dia.
Menariknya, di tengah perubahan standar akuntansi baru PSAK 117, Tugu tetap mampu menjaga performa. Bahkan, rating perusahaan tetap bertahan di level atas dengan Financial Strength Rating (FSR) A- dan Long-Term Issuer Credit Rating di level “a-”.
Kombinasi laba melonjak, modal tebal, dan likuiditas kuat membuat Tugu Insurance tampil agresif di tengah persaingan industri asuransi yang makin ketat.



/2023/02/23/301490227.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3074157/original/083552400_1583926232-20200311-SPT-2020-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472850/original/077010600_1768378156-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-14_Januari_2026-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4604009/original/088733100_1696838759-WhatsApp_Image_2023-10-09_at_13.31.08__1_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5500660/original/042683800_1770872753-Menko_Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-12_Februari_2026b.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3337094/original/001943000_1609328703-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2439239/original/004031600_1542966203-20181123-Nilai-Tukar-Rupiah-Menguat-Atas-Dolar-Angga2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4048744/original/052794300_1654847232-10_juni_2022-4.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5570481/original/055024800_1777527657-IMG_4124.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5569948/original/053457700_1777463717-1000304446.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5568509/original/009151800_1777361366-Taksi_Green_SM-1.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/866094/original/031214800_1430464562-Petugas4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/876774/original/009328100_1431659143-OPEC_2.jpg)