Jakarta – Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) / Indonesia Eximbank kembali memberikan dukungan terhadap ekspor industri strategis nasional melalui pembiayaan kepada PT Industri Kereta Api (Persero) atau PT INKA untuk ekspor Wagon (Gerbong Barang) tipe SOW6 ke Selandia Baru.
PT INKA kembali memperoleh kontrak pengadaan sebanyak 340 unit Container Flat Top Wagon dari UGL Rail Service Pty Limited, Australia, yang akan dioperasikan oleh KiwiRail sebagai pengguna akhir di Selandia Baru untuk dikirimkan dalam tiga tahap sepanjang 2026. S
BACA JUGA:Indonesia jadi Eksportir Minyak Kelapa Terbesar Kedua di Dunia, Kuasai Pasar 22%
BACA JUGA:Ada Tekanan Geopolitik, Intip Target Pembiayaan LPEI pada 2026
BACA JUGA:Konflik Geopolitik Masih Panas, Eksportir Indonesia Diminta Lakukan Hal Ini
ebagai bagian dari pelaksanaan kontrak tersebut, PT INKA telah mengirimkan 200 gerbong dari Januari hingga Juli 2026 dari fasilitas produksi PT INKA di Madiun, Jawa Timur. Sekitar 20 di antaranya telah dilakukan pengiriman pada 30-31 Juli 2026.
Untuk mendukung pelaksanaan kontrak tersebut, LPEI menyalurkan fasilitas Kredit Modal Kerja Ekspor dan Penugasan Khusus Ekspor Alat Transportasi (PKE ATP) dengan nilai mencapai US$ 8,5 juta atau Rp 152,73 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.970). Fasilitas ini diberikan untuk pelaksanaan kontrak Manufacture of 340 Container Flat Top Wagon kepada UGL Rail Service Pty Limited.
Direktur Pelaksana Bisnis I LPEI, Anton Herdianto, mengatakan dukungan LPEI terhadap PT INKA merupakan wujud kehadiran negara melalui Kementerian Keuangan Republik Indonesia dalam memperkuat industri strategis nasional yang berorientasi ekspor melalui fasilitas Penugasan Khusus Ekspor (PKE) atau National Interest Account (NIA).
Fasilitas PKE merupakan bagian dari mandat yang dijalankan LPEI untuk memperkuat kapasitas industri strategis nasional agar mampu bersaing di pasar internasional dan memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen sarana perkeretaapian yang mampu memenuhi standar internasional.


/2016/11/25/51215106.jpg)
/2024/09/01/577969006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4166753/original/096704000_1663802133-Harga_Minyak_Dunia_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315064/original/025010300_1785825907-WhatsApp_Image_2026-08-04_at_09.49.30.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3510059/original/027658500_1626233971-fintech_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4361081/original/023728500_1678967433-Angka_Kemiskinan_Meningkat-IQBAL_7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3337097/original/098406000_1609328704-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-6.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309011/original/063278500_1785214678-ChatGPT_Image_Jul_28__2026__07_13_04_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3271750/original/055065600_1603102549-20201019-Harga-Emas-Hari-Ini-Stabil-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4805342/original/023824600_1713432003-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6998518/original/060608900_1779768813-AP26142827392886.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313338/original/051092900_1785634551-ChatGPT_Image_Aug_2__2026__08_35_29_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316602/original/067209500_1785976330-dims.apnews.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309010/original/038477600_1785214604-ChatGPT_Image_Jul_28__2026__11_55_54_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313343/original/089462800_1785635723-q1-glow.jpg)