Jakarta – Harga minyak turun tajam pada perdagangan Selasa, 4 Agustus 2026 (Rabu pagi Jakarta). Koreksi harga minyak terjadi setelah Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent mengisyaratkan kemungkinan ada kesepakatan untuk membuka Selat Hormuz paling cepat pekan ini.
Mengutip CNBC, Rabu (5/8/2026), harga minyak Brent turun 5,3%, dan ditutup di level US$ 79,36 per barel. Kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) merosot 5,7%, dan menetap di harga US$ 75,77.
BACA JUGA:Pertumbuhan Ekonomi 5,29% Kuartal II 2026, Begini Kata Ekonom
BACA JUGA:Warga Protes, Bunyi Wahana Universal Studios Hollywood Terlalu Berisik
Kami sedang melakukan pembicaraan dengan pihak Iran, ujar Bessent kepada program Squawk Box di CNBC.
Ada kemungkinan kita akan mencapai kesepakatan hari ini atau besok untuk membuka selat tersebut dan bergerak menuju situasi yang lebih normal dalam konflik ini,” ia menambahkan.
Hal itu berarti kebebasan lalu lintas, ujar Menteri Keuangan tersebut saat ditanya apakah Iran akan diizinkan memungut biaya lintas (tol).
Teheran sedang mempertimbangkan untuk mengizinkan negara-negara Eropa membersihkan ranjau dari Selat Hormuz, menurut para diplomat yang mengetahui masalah tersebut sebagaimana dilaporkan Bloomberg News. Keberadaan ranjau di selat itu merupakan salah satu hambatan terbesar bagi normalisasi lalu lintas pelayaran.
Presiden AS Donald Trump mengatakan pada akhir pekan lalu telah membatalkan serangan besar terhadap Iran demi memberi kesempatan bagi negosiasi terkait Selat Hormuz. AS dan Iran sempat menandatangani kesepakatan pada 17 Juni untuk membuka kembali selat tersebut, namun kesepakatan itu dengan cepat gagal.
Iran menginginkan kapal-kapal komersial melintasi Selat Hormuz melalui perairan teritorial Republik Islam tersebut. Iran telah berulang kali menyerang kapal-kapal yang berlayar melintasi selat di lepas pantai Oman di bawah perlindungan militer AS.


/2016/11/25/51215106.jpg)
/2024/09/01/577969006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315751/original/080486200_1785888864-pedagang_bendera_merah_putih_dan_pernak-pernik-5_Agustus_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315064/original/025010300_1785825907-WhatsApp_Image_2026-08-04_at_09.49.30.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3510059/original/027658500_1626233971-fintech_3.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/1043408/original/005104300_1446622303-20151104-OJK-AY-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4361081/original/023728500_1678967433-Angka_Kemiskinan_Meningkat-IQBAL_7.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309011/original/063278500_1785214678-ChatGPT_Image_Jul_28__2026__07_13_04_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3271750/original/055065600_1603102549-20201019-Harga-Emas-Hari-Ini-Stabil-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4805342/original/023824600_1713432003-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6998518/original/060608900_1779768813-AP26142827392886.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313338/original/051092900_1785634551-ChatGPT_Image_Aug_2__2026__08_35_29_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316602/original/067209500_1785976330-dims.apnews.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309010/original/038477600_1785214604-ChatGPT_Image_Jul_28__2026__11_55_54_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313343/original/089462800_1785635723-q1-glow.jpg)