Jakarta – Komisaris PT Pertamina Patra Niaga memastikan kesiapan sarana, distribusi energi, dan pelayanan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, wisatawan, serta sektor pariwisata di Bali. Dengan meninjau langsung Fuel Terminal Sanggaran dan SPBU Pertamina Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, pada Senin (3/8/2026).
Kunjungan dilakukan Komisaris Utama PT Pertamina Patra Niaga, Sabar Yudo Suroso, bersama Komisaris PT Pertamina Patra Niaga, Wanti Waranei F. Mamahit.
BACA JUGA:Inggris Hadapi Pencurian Bahan Bakar Rp 4,69 Miliar Sejak Perang Iran
BACA JUGA:Harga BBM di AS Melonjak Tajam Imbas Perang Iran, Ini Datanya
“Sebagai destinasi nasional dan internasional, termasuk untuk aktivitas penerbangan, kebutuhan energi di Bali harus terus dijaga agar masyarakat dan wisatawan dapat terlayani dengan baik,” ujar Sabar, Kamis (6/8/2026).
Di Fuel Terminal Sanggaran, Dewan Komisaris Pertamina Patra Niaga meninjau kesiapan fasilitas operasional serta pengelolaan distribusi BBM untuk memenuhi kebutuhan konsumen di berbagai wilayah Bali.
Sabar menjelaskan bahwa kesiapan Fuel Terminal (FT) Sanggaran merupakan salah satu faktor utama dalam menjaga kelancaran rantai pasok energi, mulai dari proses penerimaan, penyimpanan, hingga penyaluran produk kepada masyarakat.
“Keandalan pasokan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan produk, tetapi juga kesiapan sarana dan ketepatan distribusinya. Seluruh proses harus berjalan dengan baik agar kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi sesuai kondisi di lapangan,” jelas Sabar.
Ia menambahkan, energi memegang peranan penting dalam mendukung berbagai aktivitas di Bali, baik untuk mobilitas masyarakat sehari-hari maupun operasional sektor pariwisata yang menjadi salah satu penopang perekonomian nasional.
Karena itu, Pertamina Patra Niaga terus memastikan seluruh infrastruktur dan sistem distribusi energi tetap dalam kondisi optimal agar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat maupun wisatawan.


/2016/11/25/51215106.jpg)
/2024/09/01/577969006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316855/original/068127500_1785992176-WhatsApp_Image_2026-08-06_at_8.43.19_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315064/original/025010300_1785825907-WhatsApp_Image_2026-08-04_at_09.49.30.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3510059/original/027658500_1626233971-fintech_3.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/1043408/original/005104300_1446622303-20151104-OJK-AY-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3337097/original/098406000_1609328704-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-6.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309011/original/063278500_1785214678-ChatGPT_Image_Jul_28__2026__07_13_04_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3271750/original/055065600_1603102549-20201019-Harga-Emas-Hari-Ini-Stabil-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4805342/original/023824600_1713432003-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6998518/original/060608900_1779768813-AP26142827392886.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313338/original/051092900_1785634551-ChatGPT_Image_Aug_2__2026__08_35_29_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316602/original/067209500_1785976330-dims.apnews.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309010/original/038477600_1785214604-ChatGPT_Image_Jul_28__2026__11_55_54_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313343/original/089462800_1785635723-q1-glow.jpg)