Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia melihat peluang untuk penguatan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD). Langkahnya dengan memaksimalkan perdagangan dalam negeri dan memperluas pasar ekspor.
Ketua Umum Kadin Anindya Bakrie mengatakan, perbedaan komoditas yang dihasilkan oleh setiap provinsi di Indonesia adalah modal yang baik untuk variasi produksi dari setiap daerah. Kemudian membuka perluasan pasar ekspor dengan membuka akses ke berbagai negara, mulai dari Amerika Serikat hingga kawasan Eropa, Kanada, dan Uni Emirat Arab.
BACA JUGA:Bertemu Luhut, Kadin Minta Pemerintah Kasih \’Napas\’ untuk Dunia Usaha
BACA JUGA:Kadin Soroti Pentingnya Intervensi Perusahaan untuk Lindungi Pekerja dari Dengue
BACA JUGA:Kadin Indonesia: Konsumsi Domestik Jadi Kunci Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Dunia
“Ini kita melihat terus kita harus manfaatkan apalagi bisa menghasilkan devisa pada saat rupiah tentunya seperti mata uang lain dalam tekanan,” kata Anindya dalam Rakornas Kadin Bidang Perdagangan di Jakarta, Kamis (30/4/2026).
Sementara itu, sektor investasi menjadi pilar ketiga yang dianggap krusial. Pada kuartal pertama tahun ini, realisasi investasi disebut mencapai sekitar Rp500 triliun. Menariknya, mayoritas investasi berada pada kisaran Rp 1 miliar, yang menunjukkan peran signifikan pelaku usaha di daerah.
“Ini sinyal positif. Artinya, pengusaha daerah punya ruang besar untuk tumbuh dan ikut mendorong ekonomi,” ia menambahkan.
Dalam kesempatan serupa, Menteri Perdagangan Budi Santoso menekankan pentingnya sinergi berkelanjutan antara pemerintah dan pelaku usaha. Dia menuturkan, peningkatan ekspor dan penguatan pasar domestik harus berjalan beriringan.
“Kita terus dorong kolaborasi. Ekspor harus meningkat dari berbagai komoditas, tapi pasar dalam negeri juga harus tetap tumbuh,” ujar Budi.
Ia menambahkan, sejumlah program pemerintah akan dijalankan bersama Kadin dan asosiasi usaha, baik di tingkat pusat maupun daerah. Kehadiran perwakilan dari berbagai provinsi dalam pertemuan tersebut menjadi sinyal kesiapan untuk menjalankan strategi bersama.
“Kita ingin bergerak bersama, meningkatkan daya saing, memperluas pasar, dan memastikan ekonomi dalam negeri tetap kuat,” kata dia.



/2025/03/06/1685454230.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2832426/original/059440700_1560940276-20190619-Rupiah-Menguat-di-Level-Rp14.264-per-Dolar-AS1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5501244/original/065983200_1770890840-Menteri_Koordinator_Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-12_Februari_2026de.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4604009/original/088733100_1696838759-WhatsApp_Image_2023-10-09_at_13.31.08__1_.jpeg)
:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,45,645,0)/kly-media-production/medias/4856444/original/021606300_1717750001-20240512_102627.jpg)
/2025/12/02/1778127410.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/4762786/original/080700200_1709635134-20240305-Pelaporan_SPT-ANG_4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5534655/original/018293700_1773877266-AP26077686498445.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3074157/original/083552400_1583926232-20200311-SPT-2020-6.jpg)