Jakarta – Chief Executive Officer (CEO) Capital A (induk usaha AirAsia), Tony Fernandes, mengisahkan momen emosional saat harus merumahkan sekitar 2.500 karyawannya akibat hantaman pandemi Covid-19. Kendati demikian, ia berhasil memegang janjinya untuk membawa kembali seluruh pegawai tersebut ke perusahaan setelah situasi membaik.
Hal tersebut dikisahkan Tony sebagai bukti komitmennya untuk tidak menyerah meski AirAsia sempat berhenti beroperasi total. Ia terus memutar otak hingga akhirnya berhasil bangkit, bahkan mendirikan lima anak perusahaan baru.
BACA JUGA:Tony Fernandes Curhat Belum Semua Pesawat AirAsia Beroperasi Imbas Pandemi
BACA JUGA:Penumpang AirAsia Bikin Heboh, Teriak hingga Paksa Buka Pintu Pesawat
BACA JUGA:AirAsia Kantongi Pendapatan Rp 3,9 Triliun hingga Semester I 2026
Saya tidak boleh menyerah. Apa gunanya menyerah? Jika Anda menyerah, tidak ada gunanya hidup, bukan? Jadi Anda harus berjuang. Kami keluar dari pandemi Covid-19 dengan sangat baik dan berhasil mendirikan lima perusahaan baru, ujar Tony dalam sesi diskusi IdeaFest 2026 di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (4/9/2026).
Ia mengungkapkan bahwa merumahkan 2.500 pegawai tanpa adanya kesalahan dari pihak karyawan merupakan salah satu keputusan terberat dalam hidupnya, di samping keharusan menyetop operasional 250 armada pesawat.
Salah satu hal tersulit yang harus saya lakukan adalah merumahkan 2.500 orang yang tidak melakukan kesalahan apa pun. Itu sangat berat karena kami beroperasi seperti keluarga, ucapnya.
Saat keputusan pahit itu diambil, Tony memegang teguh janji untuk memanggil mereka kembali setelah krisis berlalu.
Saya berjanji kepada mereka di awal pandemi, \’Saya akan melakukan segala cara untuk memastikan kalian kembali.\’ Jika Anda melihat Instagram saya, ada video di mana saya melompat-lompat gembira bersama kru kabin. Itu adalah kelompok terakhir dari 2.500 staf yang berhasil kami panggil kembali. Kami membawa setiap orang pulang. Saya tidak boleh menyerah demi staf saya, lanjut Tony.

/2025/01/15/906131328.jpg)
/2025/03/02/139327218.jpg)
/2018/12/03/202297995.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8630198/original/059442900_1782628026-WhatsApp_Image_2026-06-28_at_12.58.05.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340865/original/000275100_1788525654-email-attachment_2026_09_04_ariefhakim-at-klyid_pertamina-pernah-terbangkan-pelita-air-pakai-bahan-bakar-minyak-jelantah_1000430547.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4741274/original/088178900_1707738159-WhatsApp_Image_2024-02-12_at_15.41.01.jpeg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341381/original/018807200_1788609095-Kahitna_40_tahun.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340879/original/079039800_1788527801-email-attachment_2026_09_04_ardiansyah-putra_literasi-penjaminan-simpanan-di-lampung-cuma-588-persen-lps-ungkap-penyebabnya_1001629741.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3188320/original/078196100_1595493634-20200723-Usai-Cetak-Rekor_-Harga-Emas-Antam-Kembali-Turun-IQBAL-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5377702/original/099462300_1760150557-Gemini_Generated_Image_zesvxuzesvxuzesv.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2704251/original/000193900_1547530828-bendera_AS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4822445/original/055067300_1714908469-fotor-ai-20240505174622.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1937629/original/026426200_1519626771-1.jpg)