Jakarta – Kenaikan harga bahan baku kembali menekan pelaku usaha tempe dan tahu. Tak hanya kedelai, lonjakan harga plastik untuk kemasan kini menjadi beban baru yang cukup berat bagi para perajin tempe dan tahu.
Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (GAKOPTINDO), Tri Harjono, mengatakan para pelaku usaha sejatinya sudah terbiasa menghadapi fluktuasi harga bahan baku. Namun, kenaikan harga plastik kali ini dinilai cukup signifikan.
BACA JUGA:Impor Kedelai RI Melonjak, Negara Ini Jadi Pemasok Utama
BACA JUGA:Cara Membuat Tempe dengan Cepat dari Kacang Kedelai, Hasil Padat dan Berkualitas
BACA JUGA:Produsen Tempe Tahu Putar Otak Agar Indonesia Capai Swasembada Kedelai
BACA JUGA:Sepakat, Importir Tetap Jual Harga Kedelai Rp 11.500 per Kg ke Perajin Tahu Tempe
BACA JUGA:Nestapa Perajin Tempe di Tengah Kenaikan Harga Kedelai
Kalau terkait dengan harga, tentunya nanti akan mengikuti pasar. Otomatis dengan harga bahan yang ada kenaikan, itu ada dua kemungkinan strategi menghadapinya. Pertama, ada kemungkinan menaikkan harga tahu atau tempe. Yang kedua, ada kemungkinan memperkecil atau mempertipis,” ujar Tri dalam Rakernas Gakoptindo, di Mess Kementerian Pertanian, Selasa (14/4/2026).
Terkait strategi penyesuaian ukuran, ia menjelaskan, tempe yang sebelumnya berbobot 400 gram bisa dikurangi menjadi sekitar 375 gram. Cara lain adalah dengan menipiskan ukuran tempe atau tahu agar biaya produksi tetap tertutupi tanpa harus langsung menaikkan harga.
Bahwa bentuk tempenya itu bisa dipertipis atau tahunya dipertipis,” ujar dia.
Tri mengungkapkan, para perajin juga harus menghadapi kenaikan harga plastik. Di sejumlah daerah, harga plastik bahkan dilaporkan melonjak hingga dua kali lipat. Secara umum, kenaikan berada di kisaran 50%-90%, dan bahkan ada yang 100%.
Kondisi ini tidak mudah diatasi. Penggunaan daun sebagai alternatif pembungkus dinilai kurang efektif, baik dari sisi ketersediaan maupun efisiensi waktu produksi.
Padahal kita kalau mau membungkus tempe dengan daun ini kayaknya sudah agak sulit ya. Dan memang daunnya juga sudah agak sulit didapat,” ujar dia.


/2026/02/14/83493240.jpg)
/2016/10/21/1940321587.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5555291/original/011176900_1776151054-IMG_3630.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5534487/original/024967600_1773827091-Kabar_Gembira__Uang_Saku_Peserta_Pemagangan_Nasional_Naik_-_3.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/5559917/original/010467500_1776653079-0ead40ac-e61d-4a73-b8f9-5e7ff2176699.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2832426/original/059440700_1560940276-20190619-Rupiah-Menguat-di-Level-Rp14.264-per-Dolar-AS1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172732/original/048313800_1594117392-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2388584/original/053624700_1540094875-2018021-Bayar-Pajak-Kendaraan-Sambil-Berolahraga-di-Kawasan-CFD--angga-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975039/original/078300400_1648205647-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5454884/original/058290100_1766579884-Menhub_Dudy_Purwagandhi-24_Desember_2025.jpg)