Jakarta – Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (4/6/2026) pagi. Mata uang Garuda tercatat melemah hingga menyentuh level Rp 18.019 per dolar AS pada pukul 10.12 WIB. Posisi tersebut menjadi salah satu titik terlemah rupiah dalam beberapa waktu terakhir. Pelemahan ini juga menandai bahwa rupiah sudah menembus level psikologis.
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai tekanan terhadap rupiah masih dipengaruhi faktor eksternal yang cukup kuat. Menurut dia, meningkatnya ketidakpastian global dan kondisi geopolitik menjadi pendorong utama penguatan dolar AS.
BACA JUGA:Rupiah Tembus 18.000, Istana Buka Suara
BACA JUGA:Jaga Rupiah, Pemerintah Diminta Contek China
“Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS yang menguat di tengah tensi geopolitik yang meningkat di Timur Tengah,” kata Lukman, dikutip dari Antara.
Selain faktor geopolitik, sejumlah data ekonomi AS yang lebih baik dari ekspektasi pasar juga turut menopang penguatan dolar AS. Data ketenagakerjaan AS yang solid serta meningkatnya aktivitas sektor jasa berdasarkan survei Institute for Supply Management (ISM) memperkuat keyakinan investor terhadap ketahanan ekonomi negara tersebut.
Kondisi ini mendorong permintaan terhadap dolar AS sebagai aset yang dianggap lebih aman. Akibatnya, sejumlah mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, mengalami tekanan dan bergerak melemah terhadap dolar AS.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/1588019/original/097014900_1538998899-PG_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7660040/original/046727000_1780453477-1000775495.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5460734/original/054191800_1767277184-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5247508/original/065942500_1749538198-pildun.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/7737820/original/022534900_1780544171-WhatsApp_Image_2026-06-04_at_09.13.25_1_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3291093/original/097460500_1604903000-20201109-Donald-Trump-Kalah-Pilpres-AS_-Rupiah-Menguat-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4805340/original/093907000_1713432001-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4816483/original/040342400_1714383611-fotor-ai-20240429134010.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5028254/original/041675300_1732871304-fotor-ai-2024112916726.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4983414/original/048746200_1730112225-fotor-ai-20241028174259.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4796664/original/075845200_1712438897-a-perry-XGr8jarX0gY-unsplash.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5111034/original/031563900_1738033947-AP_Photo-Ben_Curtis.jpg)