Jakarta – Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo), Tri Harjono, menyatakan pihaknya siap mendukung program swasembada kedelai yang tengah disiapkan pemerintah. Program tersebut diharapkan dapat memperkuat pasokan bahan baku sekaligus mengurangi ketergantungan impor.
Menurut Tri, pembahasan soal swasembada kedelai menjadi salah satu fokus dalam rapat kerja nasional (rakernas) organisasi. Rakernas itu sekaligus menjadi momentum untuk menyusun arah program ke depan bagi para pengrajin tempe dan tahu.
BACA JUGA:Harga Plastik dan Kedelai Kompak Melonjak, Pengusaha Tempe Putar Otak
BACA JUGA:Cara Membuat Tempe dengan Cepat dari Kacang Kedelai, Hasil Padat dan Berkualitas
BACA JUGA:Harga Plastik Melonjak, Perajin Tempe-Tahu Cari Solusi Alternatif
“Nah ini kebetulan akan pemerintah memprogramkan ada sebuah swasembada kedelai. Ya sehingga kita diharapkan para pengrajin itu juga bisa menyerap hasil daripada petani. Jadi itu harapannya seperti itu,” ujar Tri dalam Rakernas Gakoptindo, di Mess Kementerian Pertanian, Selasa (14/4/2026).
Meski demikian, dalam waktu dekat, serapan kedelai oleh pengrajin diperkirakan masih terbatas. Berdasarkan hasil kunjungan ke sejumlah daerah, panen kedelai saat ini sebagian besar belum akan disalurkan untuk industri, melainkan digunakan sebagai benih untuk musim tanam berikutnya.
“Untuk panen sekarang, dari kementerian diarahkan masih untuk benih. Jadi jumlah yang bisa diserap pengrajin relatif kecil,” katanya.
Ia menjelaskan, untuk masa tanam kedelai yang di tanam saat ini yaitu varietas Grobogan dengan masa tanam 78 hari dan siap panen. Dengan pola tersebut, hasil tanam berikutnya diperkirakan baru bisa dimanfaatkan lebih luas pada periode panen selanjutnya.
Saat ini, beberapa daerah seperti Jawa Timur mulai memasuki masa panen. Namun, sebagian hasil panen pada Mei ini kembali diprioritaskan sebagai benih guna mendukung keberlanjutan produksi.

/2025/07/27/1310870912.jpg)
/2023/05/03/2039251440.jpg)
/2022/07/21/1153548333.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4447080/original/018669100_1685440088-20230530-Pertumbuhan-Ekonomi-Indonesia-Angga-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5534487/original/024967600_1773827091-Kabar_Gembira__Uang_Saku_Peserta_Pemagangan_Nasional_Naik_-_3.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)
/2016/10/21/1940321587.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5559917/original/010467500_1776653079-0ead40ac-e61d-4a73-b8f9-5e7ff2176699.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2832426/original/059440700_1560940276-20190619-Rupiah-Menguat-di-Level-Rp14.264-per-Dolar-AS1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172732/original/048313800_1594117392-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4721216/original/051913900_1705711229-fotor-ai-2024012073928.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2388584/original/053624700_1540094875-2018021-Bayar-Pajak-Kendaraan-Sambil-Berolahraga-di-Kawasan-CFD--angga-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975039/original/078300400_1648205647-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5454884/original/058290100_1766579884-Menhub_Dudy_Purwagandhi-24_Desember_2025.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3574959/original/010438600_1631863668-20210917-2022-wadah-dan-kemasan-plastik-akan-dikenakan-cukai-ANGGA-7.jpg)