Jakarta – Berbagai capaian pembangunan manusia di kawasan Asia dan Pasifik kini menghadapi tekanan serius akibat eskalasi konflik militer di Timur Tengah terutama antara Amerika Serikat dengan Iran. Dampaknya tidak hanya terasa di tingkat global, tetapi juga merambat hingga ke ekonomi domestik dan rumah tangga di berbagai negara, meskipun saat ini terdapat gencatan senjata sementara.
Dalam laporan United Nations Development Programme (UNDP) dikutip Rabu (15/4/2026), analisis awal terbaru menunjukkan bahwa gejolak yang terjadi, terutama melalui sektor energi, perdagangan, dan tenaga kerja, mulai menekan pendapatan masyarakat, konsumsi, hingga lapangan kerja.
BACA JUGA:Berapa Banyak Kapal yang Lewati Selat Hormuz sejak Perang AS-Iran? Ini Datanya
BACA JUGA:Di Kediaman Dubes Arab Saudi, Seruan Perdamaian di Timteng Menguat Menjelang Musim Haji
BACA JUGA:IMF Prediksi Dunia akan Defisit Minyak
Kelompok yang paling terdampak adalah rumah tangga berpendapatan rendah, pekerja informal, migran, serta pelaku usaha kecil. Dalam kondisi ini, perempuan disebut menjadi kelompok dengan tingkat kerentanan paling tinggi.
Laporan tersebut merangkum asesmen dari 36 negara di Asia-Pasifik, dilengkapi dengan simulasi ekonomi makro untuk menggambarkan dampak menyeluruh di kawasan. Hasilnya menunjukkan tekanan ekonomi yang semakin nyata dan berpotensi meluas jika konflik berkepanjangan.
Kenaikan harga energi menjadi salah satu dampak paling cepat dirasakan masyarakat. Hal ini dipicu oleh gangguan pasokan minyak dan gas global yang berdampak langsung pada biaya hidup sehari-hari.

/2026/02/16/843772009.jpg)
/2025/10/13/627705630.jpg)
/2021/02/22/733816965.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/663000/original/IMF-logo.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5549659/original/059149900_1775627380-6404d410-5cdd-4bbe-8348-ddcbe8ddb144.jpeg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5427171/original/081791300_1764330279-Managing_Director_Stakeholder_Management_and_Communications_Danantara__Rohan_Hafas.jpg)
/2026/02/15/2061378339.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5555754/original/031374200_1776215597-97c5a411-1fff-4313-b383-a2089a9b32fc.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2053635/original/071518800_1522820303-20180404-BI-MER-AB2a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5556066/original/049467400_1776230606-Graha_Niaga_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5493434/original/019263400_1770214265-1000225262.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5555452/original/038544000_1776157287-Managing_Director_Emtek_Group__Sutanto_Hartono-14_April_2026a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5555569/original/091967700_1776165194-MMA_Smarties_Unplugged_Indonesia_2026a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5544033/original/072242900_1775044434-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5555662/original/065807000_1776172375-CEO_Danantara_Indonesia__Rosan_Roeslani_dan_Menteri_Lingkungan_Hidup__Hanif_Faisol_Nurofiq.jpg)