Jakarta – Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) memangkas prospek pertumbuhan ekonomi global pada Selasa, 14 April 2026. Hal ini seiring lonjakan harga energi dan gangguan pasokan yang dipicu oleh perang di Iran. Namun, IMF memperingatkan ekonomi global akan berada di ambang resesi jika konflik memburuk dan harga minyak tetap di atas USD 100 per barel hingga 2027.
Mengutip Channel News Asia, Rabu (15/4/2026), dengan ketidakpastian besar atas konflik Timur Tengah yang melanda pejabat keuangan yang berkumpul untuk pertemuan musim semi IMF dan Bank Dunia di Washington, Amerika Serikat (AS), IMF menyajikan tiga skenario pertumbuhan. Tiga skenario itu antara lain lebih lemah, lebih buruk dan parah tergantung pada bagaimana perang itu berlangsung.
BACA JUGA:IMF Prediksi Dunia akan Defisit Minyak
BACA JUGA:Tepis Isu Negatif, Purbaya Yakinkan Investor Global Kekuatan Fiskal Indonesia
BACA JUGA:BI: IMF dan Investor Global Apresiasi Indonesia Mampu Jaga Stabilitas Ekonomi
BACA JUGA:IMF Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Sentuh 5% pada 2026
BACA JUGA:IEA, IMF hingga Bank Dunia Ungkap Efek Perang di Timur Tengah
BACA JUGA:Bos IMF Sebut Harga Barang di Dunia Sulit Turun Meski Perang Iran, Israel dan AS Kelar
Skenario referensi paling optimistis dari World Economic Outlook (WEO) mengasumsikan perang Iran yang singkat dan memprediksi pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) riil sebesar 3,1% pada 2026, turun 0,2% dari perkiraan sebelumnya pada Januari.
Dalam skenario ini, harga minyak rata-rata USD 82 per barel sepanjang 2026, penurunan dari level terkini sekitar USD 100 untuk harga acuan berjangka Brent.
Tanpa konflik di Timur Tengah, IMF mengatakan akan meningkatkan prospek pertumbuhan sebesar 0,1% menjadi 3,4%. Hal ini karena terus berlanjutnya investasi teknologi, suku bunga lebih rendah, tarif Amerika Serikat (AS) yang kurang ketat dan dukungan fiskal di beberapa negara.
Namun, kepada Reuters, Kepala Ekonom IMF Pierre-Oilivier Gourinchas menuturkan, perang itu telah menciptakan risiko yang jauh lebih besar bagi ekonomi global daripada gelombang tarif tinggi yang diberlakukan Presiden AS Donald Trump pada tahun lalu.
“Apa yang terjadi di Teluk berpotensi jauh lebih besar, dan itulah yang didokumentasikan oleh skenario kami,” ujar dia.

/2026/02/16/843772009.jpg)
/2025/10/13/627705630.jpg)
/2021/02/22/733816965.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5556085/original/075940400_1776231291-WhatsApp_Image_2026-04-14_at_23.11.25.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5549659/original/059149900_1775627380-6404d410-5cdd-4bbe-8348-ddcbe8ddb144.jpeg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5427171/original/081791300_1764330279-Managing_Director_Stakeholder_Management_and_Communications_Danantara__Rohan_Hafas.jpg)
/2026/02/15/2061378339.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5555754/original/031374200_1776215597-97c5a411-1fff-4313-b383-a2089a9b32fc.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2053635/original/071518800_1522820303-20180404-BI-MER-AB2a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5556066/original/049467400_1776230606-Graha_Niaga_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5493434/original/019263400_1770214265-1000225262.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5555452/original/038544000_1776157287-Managing_Director_Emtek_Group__Sutanto_Hartono-14_April_2026a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5555569/original/091967700_1776165194-MMA_Smarties_Unplugged_Indonesia_2026a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5544033/original/072242900_1775044434-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5555662/original/065807000_1776172375-CEO_Danantara_Indonesia__Rosan_Roeslani_dan_Menteri_Lingkungan_Hidup__Hanif_Faisol_Nurofiq.jpg)