Jakarta – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengaku menerima laporan tentang adanya siswa yang membawa pulang makanan dari Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didapat di sekolah. Menurut dia, seharusnya makanan MBG tersebut harus langsung disantap agar tidak basi dan mencegah terjadinya keracunan. Sudaryono mengatakan, jangan sampai makanan MBG tersebut disantap sampai sore hari.
Beberapa laporan yang kami terima, ini masih kami validasi lagi, ada anak yang membawa pulang MBG-nya. Jadi dia harusnya disantap, misalnya jam 11.00 itu harus dimakan, dia dibawa pulang, dimakan jam 3 sore, jam 4 sore, jadi sudah rusak, ujar Sudaryono usai mengikuti Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Tingkat Menteri Terkait Perbaikan Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (6/8/2026).
BACA JUGA:Susana Kamar Ganti Timnas Indonesia Jelang Ladeni Singapura
BACA JUGA:Sudaryono Ungkap Temuan 6 Juta Data Ganda Calon Penerima MBG pada 2027
Jika begitu, lanjut dia, yang bisa keracunan makanan bukan hanya si anak, tetapi bisa juga keluarganya karena ikut makan MBG tersebut yang seharusnya sudah langsung disantap di sekolah. Yang kemudian keracunan, bukan hanya anaknya, tapi juga bapak ibunya atau saudaranya yang ikut makan itu ada. Ini tentu saja menjadi catatan, intinya tidak boleh ada lagi, ucap Sudaryono.
Ingin Pastikan Semua Pengiriman Sudaryono juga mengaku pihaknya ingin memastikan agar semua pengiriman makanan MBG sesuai standar dan tidak boleh lebih dari 4 jam. Sehingga, kata dia, perlu edukasi.
Termasuk kami ingin memastikan, jadi semua pengiriman itu kapan matang sampai dengan dikonsumsi itu sesuai standar, tidak boleh lebih dari 4 jam, kalau enggak salah gitu, sehingga ada best before, atau kalau di makanan itu ada sebaiknya dikonsumsi sebelum (jam berapa), itu kami ingin dari sisi edukasinya kami perkuat, papar dia.


/2016/11/25/51215106.jpg)
/2024/09/01/577969006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317210/original/065056500_1786006494-12784.jpg)

:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/1043408/original/005104300_1446622303-20151104-OJK-AY-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8157523/original/061523700_1781011760-Menteri_Koordinator__Menko__Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-9_Juni_2026a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315875/original/032342100_1785900385-IMG_6262.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309011/original/063278500_1785214678-ChatGPT_Image_Jul_28__2026__07_13_04_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3271750/original/055065600_1603102549-20201019-Harga-Emas-Hari-Ini-Stabil-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4805342/original/023824600_1713432003-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6998518/original/060608900_1779768813-AP26142827392886.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313338/original/051092900_1785634551-ChatGPT_Image_Aug_2__2026__08_35_29_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316602/original/067209500_1785976330-dims.apnews.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309010/original/038477600_1785214604-ChatGPT_Image_Jul_28__2026__11_55_54_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313343/original/089462800_1785635723-q1-glow.jpg)