New Delhi – Putra miliarder India menawarkan diri untuk menampung kuda nil milik gembong Narkoba Kolombia Pablo Escobar. Tawaran adopsi ini di tengah kabar jika hewan-hewan itu akan dibunuh.
Escobar, yang ditembak mati oleh polisi pada tahun 1993, secara ilegal mengimpor hewan-hewan eksotis, termasuk seekor kuda nil jantan dan betina yang dijuluki “kuda nil kokain”.
BACA JUGA:Melihat Sumber Kekayaan Pemilik Green SM
BACA JUGA:Top 3: Miliarder Dunia Diprediksi Tembus 4.000 Orang pada 2031
Populasi kuda nil ini terus bertambah dan Kolombia telah mencoba berbagai metode pengendalian, termasuk kebir namun tidak berhasil. Pemerintah akhirnya memutuskan untuk memusnahkan sekitar 80 ekor hewan tersebut.
Anant Ambani, Putra Taipan Mukesh Ambani, mengaku telah secara resmi meminta pemerintah Kolombia untuk menunda keputusan membunuh hewan-hewan tersebut, yang telah menimbulkan kerusakan di sungai-sungai di negara Amerika Selatan itu.
Sebagai gantinya, ia meminta agar dilakukan relokasi yang aman dan berbasis ilmiah yang akan membawa 80 hewan tersebut ke rumah permanen di pusat satwa Vantara miliknya.
Dalam surat kepada menteri lingkungan Kolombia, CEO kebun binatang milik Ambani menyatakan kesiapan mereka untuk memberikan “perawatan seumur hidup” bagi kawanan kuda nil tersebut di India.
Kebun binatang besar di negara bagian Gujarat, India bagian barat itu menyebut dirinya sebagai salah satu pusat penyelamatan, perawatan, dan konservasi satwa liar terbesar di dunia.



/2025/11/30/797551652.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5571264/original/023697600_1777612691-diOpeni_BRI_1.jpg)
/2023/02/23/301490227.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5567344/original/027102800_1777276444-WhatsApp_Image_2026-04-27_at_14.16.33.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4762787/original/061059400_1709635135-20240305-Pelaporan_SPT-ANG_5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5569336/original/055015700_1777438671-2.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172730/original/061289100_1594117388-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5571101/original/004705000_1777604180-eaa94661-7649-4195-b3c2-934667df675a.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5571103/original/098736300_1777604454-e055918d-8327-4d55-ada2-f2074240096c.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5219633/original/084845400_1747221145-20250514-Harga_Emas-ANG_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5186932/original/075074000_1744629098-20250414-Harga_Emas_Batangan-AFP_5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4013693/original/013633000_1651632346-000_329D9VG.jpg)