Jakarta – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menyatakan pada Senin, 27 Juli 2026, AS telah menerima sebanyak US$ 13 miliar, atau Rp 235,1 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 18.087) dari penjualan minyak mentah milik Venezuela. Minyak ini didapatkan setelah AS menggulingkan mantan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro.
Melansir CNBC, Selasa (28/7/2026), Maduro ditangkap oleh AS pada operasi militernya, 3 Januari 2026, akibatnya, ekspor minyak Venezuela sepenuhnya dikontrol oleh AS.
BACA JUGA:Miliarder AS Donasi Rp 7,8 Triliun untuk Pemilihan Umum Paruh Waktu 2026
BACA JUGA:Pesawat Netanyahu Lintasi Negara Anggota ICC, Mengapa Tak Ditangkap?
Trump merespons sebuah pertanyaan mengenai laporan Financial Times yang mengestimasi hasil penjualan yang diterima oleh pemerintahannya. Saat itu, dia berada di dalam pesawat Air Force One menuju Michigan untuk meninjau fasilitas General Motors.
“US$ 13 miliar dari Venezuela? Saya rasa lebih dari itu,” ujarnya.
Kami sudah berkali-kali menanggung biaya perang itu, ia menambahkan.
Sebelumnya, partai Demokrat di Kongres telah mendesak pemerintah AS untuk memaparkan jumlah uang yang dihasilkan, bagaimana distribusinya, dan seperti apa pengawasannya.
Menteri Energi AS, Chris Wright, menyatakan dalam wawancaranya bersama Semafor April lalu, AS telah menjual sebanyak 150 juta barel minyak Venezuela sejak Januari.
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, memaparkan pada Kongres Juni lalu kalau penjualan minyak ini diaudit oleh KPMG, salah satu firma akuntansi terbesar. Rubio juga menyatakan bahwa uang tersebut disimpan di akun bank Citibank.
Auditnya terus berjalan, jadi bukan audit tahunan, namun setiap pengeluaran, setiap pencairan dana diaudit oleh KPMG,” kata Rubio kepada Kongres.



/2023/05/14/1287541655.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309034/original/042929000_1785216371-1000390467.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292382/original/070836300_1783592751-Menteri_Energi_dan_Sumber_Daya_Mineral__ESDM__Bahlil_Lahadalia-9_Juli_2026a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303927/original/092801600_1784700869-Menteri_PKP_Maruarar_Sirait-22_Juli_2026a.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3000972/original/026902200_1576748930-20191219-BI-Pertahankan-Suku-Bunga-Acuan-di-5-Persen-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307838/original/015020900_1785114910-IMG_6072.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2772874/original/047818300_1554722236-Bandara_Tjilik_Riwut.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308539/original/077567200_1785146475-ChangXin_Memory_Technology__CXMT_-27_Juli_2026e.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5092520/original/070990300_1736774164-PIS_Kinerja_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5448018/original/056078700_1765974252-WhatsApp_Image_2025-12-17_at_18.24.59.jpeg)