Jakarta – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama Partai Buruh menyoroti aspek keselamatan transportasi publik, menyusul kecelakaan KRL yang terjadi di wilayah Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026.
Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menegaskan pentingnya penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) secara menyeluruh di sektor transportasi, termasuk perkeretaapian yang dikelola PT Kereta Api Indonesia (KAI).
BACA JUGA:Buruh Sampaikan 11 Isu di May Day 2026, Sebagian Sudah Direspons Presiden
BACA JUGA:Buruh Rayakan May Day 2026 di Monas, Presiden Prabowo hingga Serikat Buruh Bakal Hadir
BACA JUGA:Buruh KSPI Enggan Ikut Peringatan May Day di Monas, Ini Alasannya
BACA JUGA:9.000 Buruh Terancam PHK Imbas Perang AS-Iran, Sektor Ini Paling Terdampak
BACA JUGA:Said Iqbal Siapkan 6 Tuntutan Buruh di May Day 2026, Ini Daftarnya
Menyikapi kereta api Indonesia yang terjadi kecelakaan beberapa hari yang lalu di Bekasi Timur, KSPI dan Partai Buruh meminta KAI tidak hanya meminta maaf, tapi juga menerapkan standar K3. Dimulai dengan investigasi dulu. Apakah karena sinyalnya yang bermasalah, apakah karena human error-nya kelalaian, dan seterusnya. Setelah itu, diterapkan standar K3-nya,” ujar Iqbal dalam Konferensi Pers, Rabu (29/4/2026).
Dia menuturkan, penerapan K3 tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus merujuk pada standar internasional, termasuk konvensi Organisasi Perburuhan Internasional (ILO), terutama untuk transportasi publik.
Ia menilai, kecelakaan di sektor transportasi, baik darat, laut, maupun udara, kerap terjadi akibat lemahnya implementasi standar keselamatan yang seharusnya sudah diatur dalam regulasi.
Selain itu, KSPI juga menyoroti kondisi perlintasan sebidang yang dinilai masih menjadi titik rawan kecelakaan. Dalam hal ini, pihaknya mendukung rencana pemerintah untuk membangun underpass maupun flyover di ribuan titik perlintasan kereta.
Di sisi lain, perhatian juga diberikan pada aspek keselamatan penumpang, khususnya perempuan, terkait penempatan gerbong khusus dalam rangkaian KRL.
“Jadi kita minta gerbong perempuan pada PT KAI jangan lagi di belakang atau di depan. Dipakai selalu gerbong KRL itu di depan dan belakang. Kami minta di tengah, yang safety-nya paling aman,” ujar Iqbal.
Iqbal menilai posisi gerbong perempuan saat ini masih rentan terhadap risiko kecelakaan, baik dalam kondisi tabrakan dari depan maupun belakang.



/2025/12/02/1778127410.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5385534/original/000454000_1760935303-12__2_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1043411/original/005540900_1446622303-20151104-OJK-AY-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5041840/original/074196800_1733742452-14.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5552785/original/012827200_1775829006-Kereta_Cepat_Whoosh.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5501244/original/065983200_1770890840-Menteri_Koordinator_Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-12_Februari_2026de.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5495652/original/062697000_1770385761-Menteri_Koordinator_Bidang_Perekonomian_RI_Airlangga_Hartarto-_6_Februari_2026a.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5567749/original/021231900_1777332665-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5163573/original/060391100_1742020123-WhatsApp_Image_2025-03-15_at_11.26.24.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4595489/original/008615000_1696237539-20231002-Tampilan_Kereta_Cepat-AFP_4.jpg)