Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) berencana melaksanakan program Magang Nasional 2026 untuk 150.000 orang. Ada usulan uang saku bagi peserta magang juga diberikan perusahaan.
Usulan itu dilontarkan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli saat menutup program Magang Nasional Batch I, beberapa waktu lalu. Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi menyebut usulan itu masih dibahas.
BACA JUGA:Program Magang Nasional 2026 Dibuka untuk 150.000 Peserta, Ini Bocorannya
BACA JUGA:Banyak Peserta Magang Nasional Mundur Sebelum Selesai, Ternyata Ini Alasannya
BACA JUGA:Menaker Kaji Perusahaan Ikut Kasih Uang Saku Peserta Magang Nasional
Masih dijajaki. (Belum wajib?) Ya artinya kita lihat gini ya, liat kemungkinannya seperti apa, kata Cris, ditemui di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Jakarta, Rabu (19/4/2026).
Soal rencana Magang Nasional 2026, dia bilang sudah diajukan penambahan peserta menjadi 150.000 orang. Angka tersebut lebih tinggi 50% dari program Magang Nasional 2025 sebanyak 100.000 orang.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan perluasan syarat peserta Magang Nasional, Cris mengaku masih dibahas. Termasuk kemungkinan peserta magang yang tak hanya lulusan D3 atau S1.
Nah itu kita ini, masih dibahas, singkatnya.
Perusahaan Ikut Kasih Uang Saku
Sebelumnya, Menaker mengatakan tengah mengkaji kontribusi perusahaan terhadap peserta Magang Nasional. Salah satunya mengenai pembagian uang saku ke peserta.
Diketahui, uang saku yang diberikan kepada peserta magang saat ini bersumber dari dana kas negara. Dengan usulan itu, Yassierli membuka kemungkinan sebagian dari uang saku diberikan oleh perusahaan.
Kita sedang mengkaji untuk melibatkan perusahaan lebih aktif sehingga sudah mulai ada usulan nanti uang sakunya itu harus ada share kontribusi dari perusahaan walaupun ya tentu tidak dominan dan ini sedang kita kaji, sedang kita siapkan, ungkap Yassierli dalam Penutupan Magang Nasional Batch I, Jumat (24/4/2026).



/2025/12/02/1778127410.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5569452/original/086060200_1777442712-1000304044.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1043411/original/005540900_1446622303-20151104-OJK-AY-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5041840/original/074196800_1733742452-14.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5552785/original/012827200_1775829006-Kereta_Cepat_Whoosh.jpg)
:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,45,645,0)/kly-media-production/medias/4856444/original/021606300_1717750001-20240512_102627.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5501244/original/065983200_1770890840-Menteri_Koordinator_Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-12_Februari_2026de.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5495652/original/062697000_1770385761-Menteri_Koordinator_Bidang_Perekonomian_RI_Airlangga_Hartarto-_6_Februari_2026a.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5567749/original/021231900_1777332665-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5163573/original/060391100_1742020123-WhatsApp_Image_2025-03-15_at_11.26.24.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4595489/original/008615000_1696237539-20231002-Tampilan_Kereta_Cepat-AFP_4.jpg)