Jakarta – Miliarder Amerika Serikat sekaligus pendiri hedge fund terbesar dunia, Ray Dalio, kembali melontarkan kritik terhadap Bitcoin. Menurut Dalio, Bitcoin belum bisa berfungsi sebagai aset safe haven atau penyimpan nilai yang andal.
Dalio menilai salah satu kelemahan utama Bitcoin adalah minimnya privasi transaksi.
BACA JUGA:Daftar Miliarder dan CEO yang Diajak Trump ke China
BACA JUGA:Ini Dia Miliarder Termuda Dunia Berharta Rp 99 Triliun
BACA JUGA:Ambisi Besar Elon Musk Bangun Pabrik Chip, Siapkan Dana Rp 2.06 Kuadriliun
Dikutip dari U.Today, Selasa (12/5/2026), ia mengatakan aktivitas transaksi pengguna Bitcoin dapat dengan mudah dipantau dan berpotensi dikendalikan pihak tertentu. Kondisi tersebut dinilai membuat Bitcoin kurang menarik sebagai aset cadangan bagi bank sentral.
Selain itu, Dalio juga menyoroti hubungan Bitcoin yang masih sangat berkorelasi dengan saham teknologi.
Menurut dia, investor sering menjual aset kripto ketika membutuhkan likuiditas untuk menutup tekanan di portofolio investasi lain.
Sementara itu, emas dinilai memiliki posisi yang jauh lebih kuat dan mapan dalam sistem keuangan global.
“Ketiga, ini adalah pasar yang relatif kecil dan mudah dikendalikan, sementara emas berdiri sendiri. Hanya ada satu emas. Pada akhirnya, emas lebih luas dimiliki, lebih mapan, dan masih memainkan peran sentral dalam sistem global,” ujar Dalio.
Pernyataan tersebut kembali memicu perdebatan di komunitas kripto mengenai posisi Bitcoin sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.



/2025/03/06/38420056.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5137056/original/0800_1739923650-DALL__E_2025-02-19_07.06.16_-_A_futuristic_digital_illustration_representing__Altcoin_Season__in_the_cryptocurrency_industry._The_image_features_a_golden_Bitcoin_symbol_in_the_back.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1129521/original/070433500_1454399964-20160202-Reaksi-Presiden-FSPMIKSPI-Terkait-Tutupnya-Dua-Perusahaan-Raksasa-Elektronik-Helmi-tebe-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523351/original/063455500_1772803904-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-6_Maret_2026c.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5686091/original/043743900_1778559896-1000315779.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/781851/original/087607700_1418807496-nickel.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5579577/original/079405700_1778057267-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4875742/original/093303000_1719401842-20240626-Rupiah_Melemah-ANG_5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1954437/original/003823600_1519994760-20180302-Dolar-AY1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4826292/original/095830100_1715176226-fotor-ai-20240508204955.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5186932/original/075074000_1744629098-20250414-Harga_Emas_Batangan-AFP_5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3352150/original/028984100_1610959709-20210118-Emas-Antam-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5542609/original/067408900_1774947977-WhatsApp_Image_2026-03-31_at_14.15.23.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5547859/original/095901800_1775473870-dpr7.jpg)