Jakarta – Bursa kripto terbesar di dunia, Binance menuturkan sistem keamanan berbasis artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan mencegah kerugian pengguna lebih dari USD 10,5 miliar atau Rp 183 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.430) pada awal 2025-kuartal pertama I 2026. Adapun peretas semakin memanfaatkan teknologi yang sama untuk melancarkan serangan dalam skala dan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Mengutip Yahoo Finance, Selasa (12/5/2026), bursa tersebut mengatakan sistemnya mencegah 22,9 juta upaya penipuan dan phishing hanya pada kuartal pertama 2026. Pihaknya juga telah melindungi sekitar USD 1,98 miliar atau Rp 34,50 triliun.
BACA JUGA:Ray Dalio: Bitcoin Gagal Jadi Safe Haven
BACA JUGA:Harga Kripto SUI Melonjak 50% Dipicu Staking Besar dan Proyek Baru
Pengungkapan ini muncul ketika AI secara dramatis menurunkan biaya dan kompleksitas penipuan kripto. Menurut riset Binance sendiri, eksploitasi kontrak pintar sekarang hanya membutuhkan biaya USD 1,22 per kontrak turun 22% dari bulan sebelumnya.
Sementara model AI canggih mencapai tingkat keberhasilan 72,2% dalam skenario serangan. Perusahaan tersebut mengatakan penipuan terkait kripto mencapai USD 17 miliar atau Rp 296,2 triliun pada 2025, naik 30% dari tahun sebelumnya.
Bursa tersebut menyatakan 76% penipuan berbasis AI kini termasuk dalam kategori tertinggi baik dari segi skala maupun tingkat keparahan, dengan penyerang menggunakan deepfake, kloning suara, bot phishing, dan skema peniruan identitas di berbagai platform perpesanan untuk mengeksploitasi kepercayaan pengguna.
Untuk mengatasi ancaman tersebut, Binance mengatakan telah menerapkan lebih dari 24 inisiatif AI dan lebih dari 100 model pada akhir tahun 2025. Perusahaan tersebut mengatakan sistem berbasis AI kini mendukung 57% kontrol penipuan mereka, berkontribusi pada pengurangan tingkat penipuan kartu sebesar 60-70% dibandingkan dengan tolok ukur industri.



/2025/03/06/38420056.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1129521/original/070433500_1454399964-20160202-Reaksi-Presiden-FSPMIKSPI-Terkait-Tutupnya-Dua-Perusahaan-Raksasa-Elektronik-Helmi-tebe-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523351/original/063455500_1772803904-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-6_Maret_2026c.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5686091/original/043743900_1778559896-1000315779.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/781851/original/087607700_1418807496-nickel.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5542609/original/067408900_1774947977-WhatsApp_Image_2026-03-31_at_14.15.23.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5579577/original/079405700_1778057267-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4875742/original/093303000_1719401842-20240626-Rupiah_Melemah-ANG_5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1954437/original/003823600_1519994760-20180302-Dolar-AY1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4826292/original/095830100_1715176226-fotor-ai-20240508204955.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5186932/original/075074000_1744629098-20250414-Harga_Emas_Batangan-AFP_5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3352150/original/028984100_1610959709-20210118-Emas-Antam-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5547859/original/095901800_1775473870-dpr7.jpg)