Jakarta – Asosiasi Perbankan Amerika (American Bankers Association/ ABA) memperingatkan kalau mengizinkan stablecoin untuk menawarkan bunga dapat memicu eksodus besar-besaran simpanan dari sistem perbankan tradisional.
Mengutip Crypto News ditulis Rabu, (15/4/2026), ABA mengeluarkan peringatan ini pada Senin, 13 April 2026, menanggapi makalah penelitian Gedung Putih baru-baru ini yang meremehkan risiko persaingan stablecoin.
BACA JUGA:Calon Gubernur Bank Sentral Korsel Dukung Stablecoin Denominasi Won, Ini Alasannya
BACA JUGA:Hong Kong Mengeluarkan Lisensi Pertama untuk Stablecoin
BACA JUGA:Stablecoin Diprediksi Tembus USD 719 Triliun pada 2035
BACA JUGA:Ethereum Foundation Konversi ETH jadi Stablecoin, Segini Nilainya
Dewan Penasihat Ekonomi (Council of Economic Advisers) meski menyarankan larangan terhadap imbal hasil stablecoin akan sedikit meningkatkan pinjaman bank sebesar USD 2,1 miliar atau Rp 35,95 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.120), ABA berpendapat kalau pejabat federal fokus pada metrik yang salah.
Alih-alih melihat peningkatan pinjaman, kelompok itu bersikeras kalau pemerintah harus mengevaluasi ancaman pelarian simpanan. Mengutip perkiraan Departemen Keuangan 2025 yang menunjukkan adopsi stablecoin yang populer dapat menarik USD 6,6 triliun dari bank-bank Amerika Serikat.
Kepala Ekonom ABA, Sayee Srinivasan dan Wakil Presiden Yikai Wang menuturkan, kekhawatiran kebijakan yang sedang hangat berpusat pada apakah stablecoin yang menghasilkan bunga akan menguras dana dari pemberi pinjaman lokal yang lebih kecil.
Bahkan jika total uang dalam sistem keuangan tetap sama, para peneliti percaya modal akan bermigrasi dari bank-bank komunitas ke lembaga-lembaga yang lebih besar. Hal ini kemungkinan akan memaksa bank-bank kecil untuk bergantung pada pinjaman grosir yang mahal, yang pada akhirnya akan meningkatkan biaya bagi peminjam lokal dan memperketat ketersediaan kredit di kota-kota kecil.
Para pemimpin industri dari sektor perbankan dan kripto saat ini berdiskusi mengenai rancangan undang-undang Senat yang bertujuan untuk mengatur aset digital.
Para negosiator telah mengidentifikasi legalitas pembayaran hasil stablecoin sebagai hambatan utama untuk mencapai kesepakatan sebelum rancangan undang-undang tersebut masuk ke tahap pembahasan akhir bulan ini.

/2026/02/16/843772009.jpg)
/2025/10/13/627705630.jpg)
/2021/02/22/733816965.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5302024/original/069793300_1753969621-Gemini_Generated_Image_9sncvd9sncvd9snc.jpg)
/2026/02/15/2061378339.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5549659/original/059149900_1775627380-6404d410-5cdd-4bbe-8348-ddcbe8ddb144.jpeg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5427171/original/081791300_1764330279-Managing_Director_Stakeholder_Management_and_Communications_Danantara__Rohan_Hafas.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5555754/original/031374200_1776215597-97c5a411-1fff-4313-b383-a2089a9b32fc.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2053635/original/071518800_1522820303-20180404-BI-MER-AB2a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5556066/original/049467400_1776230606-Graha_Niaga_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5493434/original/019263400_1770214265-1000225262.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5555452/original/038544000_1776157287-Managing_Director_Emtek_Group__Sutanto_Hartono-14_April_2026a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5555569/original/091967700_1776165194-MMA_Smarties_Unplugged_Indonesia_2026a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5544033/original/072242900_1775044434-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5555662/original/065807000_1776172375-CEO_Danantara_Indonesia__Rosan_Roeslani_dan_Menteri_Lingkungan_Hidup__Hanif_Faisol_Nurofiq.jpg)