• Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Peta Situs
Rabu, Mei 13, 2026
  • Login
Berita Keuangan Indonesia
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

    Ketidakpastian RKAB Picu Gangguan Pasokan Batubara ke Pembangkit

    Ketidakpastian RKAB Picu Gangguan Pasokan Batubara ke Pembangkit

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

    Ketidakpastian RKAB Picu Gangguan Pasokan Batubara ke Pembangkit

    Ketidakpastian RKAB Picu Gangguan Pasokan Batubara ke Pembangkit

No Result
View All Result
Berita Keuangan Indonesia
No Result
View All Result

HOME » ANALISIS KEUANGAN » DME sebagai Pengganti LPG: Solusi Energi atau Beban Fiskal?

DME sebagai Pengganti LPG: Solusi Energi atau Beban Fiskal?

Indonesia Financial News by Indonesia Financial News
2025-03-06
0

DME sebagai Pengganti LPG: Solusi Energi atau Beban Fiskal?

wmhg.org – JAKARTA. Pemerintah kembali mendorong hilirisasi batubara dalam bentuk Dimethyl Ether (DME) sebagai substitusi Liquefied Petroleum Gas (LPG), sejalan dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto di awal masa kepemimpinannya.

Melalui Satgas Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional yang dipimpin oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, pemerintah telah menyetujui 21 proyek hilirisasi tahap awal.

Dari jumlah tersebut, empat proyek akan berfokus pada produksi DME. Selain itu, terdapat satu proyek hilirisasi besi, satu proyek alumina, satu proyek aluminium, dua proyek tembaga, serta dua proyek nikel.

Dengan empat proyek DME, batubara menjadi komoditas dengan jumlah proyek hilirisasi terbanyak dibandingkan mineral lainnya.

Kita akan membangun DME berbahan baku batubara low kalori sebagai substitusi LPG. Ini dilakukan agar produknya bisa dipasarkan dalam negeri dan mengurangi ketergantungan impor, ujar Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (3/3).

Pernyataan tersebut diperkuat oleh Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno. Menurutnya, proyek DME akan membutuhkan investasi terbesar, mencapai US$ 11 miliar.

Paling besar investasinya DME. Dari empat proyek DME saja, totalnya sekitar US$ 11 miliar, kata Tri di Kantor Kementerian ESDM, Selasa (4/3).

Selain pendanaan yang besar, investasi DME juga disebut akan melibatkan campur tangan Danantara, yang diharapkan dapat membuka peluang pendapatan negara melalui royalti batubara.

Royalti 0% untuk Hilirisasi Batubara

Hingga saat ini, pemerintah belum merevisi Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja, yang disahkan pada 30 Desember 2022.

Dalam regulasi tersebut, pemerintah menetapkan tarif royalti 0% untuk perusahaan batubara yang melakukan hilirisasi, termasuk dalam proyek gasifikasi DME.

Menurut Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, kebijakan ini dapat membuat negara kehilangan potensi penerimaan Rp 33,8 triliun per tahun dari royalti batubara.

Dalam kajian Celios, jika produksi batubara mencapai 666,6 juta ton per tahun seperti di 2023, maka potensi kehilangan royalti bisa mencapai Rp 33,8 triliun per tahun. Jika kebijakan ini berlangsung selama 20 tahun, total kehilangan bisa mencapai Rp 676,4 triliun, ujar Bhima, Rabu (5/3).

Selain kehilangan pendapatan dari royalti, Bhima menilai pemerintah harus belajar dari gagalnya proyek hilirisasi batubara sebelumnya.

Ia mencontohkan kasus mundurnya Air Products & Chemical Inc (APCI)—perusahaan asal Amerika Serikat—dari proyek DME bersama PT Bukit Asam (PTBA) dan PT Pertamina (Persero). APCI sempat berkomitmen berinvestasi US$ 2,1 miliar (Rp 30 triliun) dan melakukan groundbreaking di Muara Enim, Sumatera Selatan, sebelum akhirnya menarik diri.

Saat ini, PTBA tengah menjajaki kerja sama dengan East China Engineering Science and Technology Co. LTD untuk melanjutkan proyek tersebut, namun belum ada kesepakatan final.

Hilirisasi batubara terbukti sulit menarik investor karena biaya tinggi dan ketidakpastian off-taker, ujar Bhima.

Indonesia Financial News

Indonesia Financial News

Next Post
35 Twibbon Ramadhan 2025 Download Gratis Jadikan Sebagai Ucapan

35 Twibbon Ramadhan 2025 Download Gratis Jadikan Sebagai Ucapan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • POPULER
  • TOPIK POPULER
  • TERBARU
Kadin: MBG hingga Program 3 Juta Rumah Ikut Dorong Pertumbuhan Ekonomi 5,61%

Kadin: MBG hingga Program 3 Juta Rumah Ikut Dorong Pertumbuhan Ekonomi 5,61%

2026-05-07
BRI Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Integrasi Holding Ultra Mikro Jangkau 33,7 Juta Pelaku Usaha

BRI Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Integrasi Holding Ultra Mikro Jangkau 33,7 Juta Pelaku Usaha

2026-05-08
Utang Pemerintah Hampir Tembus Rp 10.000 Triliun, Ini Kata Menkeu Purbaya

Utang Pemerintah Hampir Tembus Rp 10.000 Triliun, Ini Kata Menkeu Purbaya

2026-05-12
Harga Pangan Hari Ini 11 Mei 2026, Cabai Sudah Tembus Segini

Harga Pangan Hari Ini 11 Mei 2026, Cabai Sudah Tembus Segini

2026-05-12
Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Menanti Data Inflasi AS, Rupiah Diprediksi masih Melemah

Menanti Data Inflasi AS, Rupiah Diprediksi masih Melemah

2026-05-13
Rupiah Melemah ke Rp 17.500, Ancaman MSCI Tekan Pasar Keuangan

Rupiah Melemah ke Rp 17.500, Ancaman MSCI Tekan Pasar Keuangan

2026-05-13
Rupiah Tembus Rp 17.500, Purbaya Serahkan Stabilisasi ke BI

Rupiah Tembus Rp 17.500, Purbaya Serahkan Stabilisasi ke BI

2026-05-13
Harga Emas Rebound, Investor Akumulasi Perlahan

Harga Emas Rebound, Investor Akumulasi Perlahan

2026-05-13

TERPOPULER

  • EKONOMI
  • CRYPTO
Harga Emas Antam Hari Ini 11 Mei 2026 Terpangkas Rp 20 Ribu, Simak Daftar Lengkapnya di Sini

Harga Emas Antam Hari Ini 11 Mei 2026 Terpangkas Rp 20 Ribu, Simak Daftar Lengkapnya di Sini

2026-05-13
0
Harga Emas Dibayangi Sentimen Geopolitik Global, Diprediksi Tembus Level Segini

Harga Emas Dibayangi Sentimen Geopolitik Global, Diprediksi Tembus Level Segini

2026-05-13
0
Kabar Terbaru 2 Kapal Pertamina yang Tertahan di Selat Hormuz

Kabar Terbaru 2 Kapal Pertamina yang Tertahan di Selat Hormuz

2026-05-13
0
Punya Cadangan Jumbo, Indonesia-Filipina Bisa Jadi Pemain Utama Nikel Dunia

Punya Cadangan Jumbo, Indonesia-Filipina Bisa Jadi Pemain Utama Nikel Dunia

2026-05-13
0
Purbaya Tunda Aktivasi Bond Stabilization Fund, Simak Alasannya

Purbaya Tunda Aktivasi Bond Stabilization Fund, Simak Alasannya

2026-05-13
0
Load More
Berita Keuangan Indonesia

Kita menggunakan cookies untuk membuat website ini lebih baik. Info Selengkapnya!

WMHG INDONESIA

Lkuti Kami

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • ANALISIS KEUANGAN
  • BISNIS
  • BLOCKCHAIN
  • CRYPTO
  • EKONOMI
  • INTERNASIONAL
  • INVESTASI
  • INVESTASI SAHAM
  • KEUANGAN
  • KEUANGAN PRIBADI
  • NASIONAL
  • News

Berita Terbaru

Menanti Data Inflasi AS, Rupiah Diprediksi masih Melemah

Menanti Data Inflasi AS, Rupiah Diprediksi masih Melemah

2026-05-13
Rupiah Melemah ke Rp 17.500, Ancaman MSCI Tekan Pasar Keuangan

Rupiah Melemah ke Rp 17.500, Ancaman MSCI Tekan Pasar Keuangan

2026-05-13

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • INVESTASI SAHAM
    • KEUANGAN PRIBADI
  • ANALISIS KEUANGAN

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.