• Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Peta Situs
Minggu, Oktober 11, 2026
  • Login
Berita Keuangan Indonesia
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Bidik Potensi Pasar Lansia, Begini Strategi Kimia Farma (KAEF)

    Bidik Potensi Pasar Lansia, Begini Strategi Kimia Farma (KAEF)

    Anggaran Infrastruktur ESDM Tembus Rp 22,47 Triliun, Bahlil Jelaskan Rinciannya!

    Anggaran Infrastruktur ESDM Tembus Rp 22,47 Triliun, Bahlil Jelaskan Rinciannya!

    Pasar Drone Militer Kian Prospektif, Sky-Watch Siapkan Produksi Massal RQ-70 Dainn

    Pasar Drone Militer Kian Prospektif, Sky-Watch Siapkan Produksi Massal RQ-70 Dainn

    Bahlil Usul Anggaran Pengadaan Kompor Listrik Rp 815,56 Miliar pada Tahun 2027

    Bahlil Usul Anggaran Pengadaan Kompor Listrik Rp 815,56 Miliar pada Tahun 2027

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Bidik Potensi Pasar Lansia, Begini Strategi Kimia Farma (KAEF)

    Bidik Potensi Pasar Lansia, Begini Strategi Kimia Farma (KAEF)

    Anggaran Infrastruktur ESDM Tembus Rp 22,47 Triliun, Bahlil Jelaskan Rinciannya!

    Anggaran Infrastruktur ESDM Tembus Rp 22,47 Triliun, Bahlil Jelaskan Rinciannya!

    Pasar Drone Militer Kian Prospektif, Sky-Watch Siapkan Produksi Massal RQ-70 Dainn

    Pasar Drone Militer Kian Prospektif, Sky-Watch Siapkan Produksi Massal RQ-70 Dainn

    Bahlil Usul Anggaran Pengadaan Kompor Listrik Rp 815,56 Miliar pada Tahun 2027

    Bahlil Usul Anggaran Pengadaan Kompor Listrik Rp 815,56 Miliar pada Tahun 2027

No Result
View All Result
Berita Keuangan Indonesia
No Result
View All Result

HOME » News » NASIONAL » Sisi Gelap Kapal Cumi Tiongkok: Separuh Awak Alami Kekerasan hingga Aktivitas Merusak Lingkungan

Sisi Gelap Kapal Cumi Tiongkok: Separuh Awak Alami Kekerasan hingga Aktivitas Merusak Lingkungan

Indonesia Financial News by Indonesia Financial News
2026-03-06
0

Baca 10 detik

Investigasi EJF mengungkap armada perikanan cumi-cumi Tiongkok di Pasifik Tenggara menyebabkan krisis ekologis akibat penangkapan berlebih dan tata kelola lemah.
Armada tersebut diduga terlibat pelanggaran serius, termasuk kekerasan fisik pada awak kapal dan praktik pemotongan sirip hiu.
EJF mendesak SPRFMO menerapkan batas tangkapan berbasis sains dan meningkatkan transparansi untuk mengatasi kerentanan sistem perikanan kawasan.

wmhg.org – Investigasi terbaru dari Environmental Justice Foundation (EJF) mengungkap dugaan praktik armada perikanan cumi-cumi jarak jauh milik Tiongkok yang dinilai turut memperparah krisis ekologis dan sosial di kawasan Pasifik Tenggara.

Dalam laporannya, EJF menyebut armada penangkap cumi-cumi dalam jumlah besar beroperasi dengan memanfaatkan lemahnya tata kelola perikanan, rendahnya transparansi, serta celah regulasi di kawasan tersebut.

Armada tersebut menargetkan spesies jumbo flying squid yang memiliki peran penting dalam rantai makanan laut sekaligus menjadi salah satu komoditas utama perikanan regional. Namun, EJF menemukan indikasi kuat terjadinya penangkapan berlebih (overfishing).

Meski tanda-tanda penurunan stok cumi-cumi mulai terlihat, aktivitas penangkapan justru terus meningkat. Regulasi yang ada dinilai belum mampu mengimbangi tekanan eksploitasi terhadap sumber daya laut tersebut.

Laporan itu juga menyoroti keterlibatan perusahaan China National Fisheries Corporation yang disebut pernah terkait dengan berbagai pelanggaran di sektor perikanan dan ketenagakerjaan. Produk cumi-cumi dari perusahaan tersebut diketahui telah masuk ke pasar internasional, termasuk Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Inggris.

Selain eksploitasi sumber daya laut, investigasi EJF juga mengungkap persoalan serius terkait transparansi operasi armada penangkapan tersebut. Minimnya keterbukaan data dinilai menyulitkan upaya mendeteksi praktik penangkapan yang merusak lingkungan maupun pelanggaran hak asasi manusia.

EJF mencatat lebih dari separuh awak kapal yang diwawancarai mengaku pernah mengalami kekerasan fisik selama bekerja di kapal penangkap cumi-cumi. Sementara hampir 60 persen responden menyebut praktik pemotongan sirip hiu (shark finning) terjadi di kapal tempat mereka bekerja.

CEO dan pendiri EJF, Steve Trent, mengatakan lemahnya pengawasan menjadi faktor utama yang memungkinkan praktik tersebut terus berlangsung.

“Armada industri penangkapan cumi-cumi Tiongkok di Pasifik Tenggara beroperasi di luar pengawasan yang efektif,” kata Trent dalam keterangannya kepada wmhg.org, Kamis (5/3/2026).

Ia menambahkan, kurangnya transparansi dan akuntabilitas di tingkat regional memperparah kerusakan lingkungan sekaligus meningkatkan risiko terhadap keselamatan para awak kapal.

Selain dugaan pelanggaran terhadap pekerja, EJF juga menyoroti tingginya tangkapan sampingan (bycatch) dalam aktivitas penangkapan cumi-cumi. Praktik ini dinilai berpotensi merusak keseimbangan ekosistem laut.

Cumi-cumi sendiri memiliki peran penting dalam ekosistem karena menjadi bagian kunci dalam rantai makanan. Penangkapan intensif terhadap spesies tersebut dikhawatirkan dapat memicu gangguan yang lebih luas terhadap keseimbangan ekosistem di Samudra Pasifik.

Laporan ini dirilis menjelang pertemuan South Pacific Regional Fisheries Management Organisation (SPRFMO), organisasi regional yang mengatur pengelolaan perikanan di kawasan Pasifik Selatan. EJF menilai hingga kini organisasi tersebut belum menerapkan kebijakan konservasi yang memadai untuk melindungi populasi cumi-cumi.

Menurut EJF, belum adanya batas tangkapan (catch limits), lemahnya sistem pemantauan, serta minimnya mekanisme penegakan aturan membuat sistem perikanan cumi-cumi di kawasan tersebut berada dalam kondisi rentan.

Karena itu, EJF mendesak negara-negara anggota SPRFMO untuk segera mengambil langkah konkret, mulai dari menetapkan batas tangkapan berbasis sains, memperkuat sistem pemantauan, hingga menutup celah regulasi yang memungkinkan praktik penangkapan merusak terus berlangsung.

Indonesia Financial News

Indonesia Financial News

Next Post

DPR Minta Pemerintah Batasi Pemudik Motor yang Membawa Anak dan Istri di Lebaran 2026

  • POPULER
  • TOPIK POPULER
  • TERBARU
Ini Link Cek BSU 2026, Subsidi bagi 13,3 Juta Pekerja

Ini Link Cek BSU 2026, Subsidi bagi 13,3 Juta Pekerja

2026-10-07
Cadangan Emas Bank Sentral Dunia Bertambah 39 Ton, China Pembeli Terbesar

Cadangan Emas Bank Sentral Dunia Bertambah 39 Ton, China Pembeli Terbesar

2026-10-09
Wamenkeu Buka Suara soal Kenaikan Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak

Wamenkeu Buka Suara soal Kenaikan Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak

2026-10-10
OJK Ungkap 8 Perusahaan Modal Ventura Belum Penuhi Modal Minimum

OJK Ungkap 8 Perusahaan Modal Ventura Belum Penuhi Modal Minimum

2026-10-10
Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Emas Hari Ini Menguat 1,6% Terdorong Aksi Beli

Harga Emas Hari Ini Menguat 1,6% Terdorong Aksi Beli

2026-10-11
Cek Harga Emas Perhiasan Hari Ini 10 Oktober 2026

Cek Harga Emas Perhiasan Hari Ini 10 Oktober 2026

2026-10-11
Harga Emas Antam 10 Oktober 2026 Melambung Rp 20.000, Simak Rinciannya di Sini

Harga Emas Antam 10 Oktober 2026 Melambung Rp 20.000, Simak Rinciannya di Sini

2026-10-11
Harga Emas Pegadaian 10 Oktober 2026: Galeri24, Antam, dan UBS Kompak Melejit

Harga Emas Pegadaian 10 Oktober 2026: Galeri24, Antam, dan UBS Kompak Melejit

2026-10-11

TERPOPULER

  • EKONOMI
  • CRYPTO
BitGo Digugat Rp 2,5 Triliun, Penjualan Token Kripto Jadi Pangkal Sengketa

BitGo Digugat Rp 2,5 Triliun, Penjualan Token Kripto Jadi Pangkal Sengketa

2026-10-11
0
Harga Kripto 10 Oktober 2026: Bitcoin Menghijau, Zcash Melesat 1,3%

Harga Kripto 10 Oktober 2026: Bitcoin Menghijau, Zcash Melesat 1,3%

2026-10-11
0
JPMorgan Prediksi Rp 895,90 Triliun Mengalir ke Aset Digital

JPMorgan Prediksi Rp 895,90 Triliun Mengalir ke Aset Digital

2026-10-11
0
Thailand Terbitkan Aturan ETF Bitcoin dan Ether

Thailand Terbitkan Aturan ETF Bitcoin dan Ether

2026-10-11
0
AS Sita Kripto Terkait Iran Rp 17,89 Triliun

AS Sita Kripto Terkait Iran Rp 17,89 Triliun

2026-10-11
0
Load More
Berita Keuangan Indonesia

Kita menggunakan cookies untuk membuat website ini lebih baik. Info Selengkapnya!

WMHG INDONESIA

Lkuti Kami

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • ANALISIS KEUANGAN
  • BISNIS
  • BLOCKCHAIN
  • CRYPTO
  • EKONOMI
  • INTERNASIONAL
  • INVESTASI
  • INVESTASI SAHAM
  • KEUANGAN
  • KEUANGAN PRIBADI
  • NASIONAL
  • News

Berita Terbaru

Harga Emas Hari Ini Menguat 1,6% Terdorong Aksi Beli

Harga Emas Hari Ini Menguat 1,6% Terdorong Aksi Beli

2026-10-11
Cek Harga Emas Perhiasan Hari Ini 10 Oktober 2026

Cek Harga Emas Perhiasan Hari Ini 10 Oktober 2026

2026-10-11

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • INVESTASI SAHAM
    • KEUANGAN PRIBADI
  • ANALISIS KEUANGAN

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.