• Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Peta Situs
Kamis, Oktober 8, 2026
  • Login
Berita Keuangan Indonesia
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Timah (TINS) Siapkan Capex Rp 450 Miliar, Fokus Menaikkan Kapasitas Produksi Smelter

    Timah (TINS) Siapkan Capex Rp 450 Miliar, Fokus Menaikkan Kapasitas Produksi Smelter

    Kenaikan Harga Batubara Tekan Industri Semen, Ongkos Produksi Naik hingga 17%

    Kenaikan Harga Batubara Tekan Industri Semen, Ongkos Produksi Naik hingga 17%

    Danantara Sukses Raup US$ 1,5 Miliar dari Obligasi Global Perdana

    Danantara Sukses Raup US$ 1,5 Miliar dari Obligasi Global Perdana

    Okupansi Hotel di Bandung-Bali Diprediksi Tembus 80% saat Libur Sekolah

    Okupansi Hotel di Bandung-Bali Diprediksi Tembus 80% saat Libur Sekolah

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Timah (TINS) Siapkan Capex Rp 450 Miliar, Fokus Menaikkan Kapasitas Produksi Smelter

    Timah (TINS) Siapkan Capex Rp 450 Miliar, Fokus Menaikkan Kapasitas Produksi Smelter

    Kenaikan Harga Batubara Tekan Industri Semen, Ongkos Produksi Naik hingga 17%

    Kenaikan Harga Batubara Tekan Industri Semen, Ongkos Produksi Naik hingga 17%

    Danantara Sukses Raup US$ 1,5 Miliar dari Obligasi Global Perdana

    Danantara Sukses Raup US$ 1,5 Miliar dari Obligasi Global Perdana

    Okupansi Hotel di Bandung-Bali Diprediksi Tembus 80% saat Libur Sekolah

    Okupansi Hotel di Bandung-Bali Diprediksi Tembus 80% saat Libur Sekolah

No Result
View All Result
Berita Keuangan Indonesia
No Result
View All Result

HOME » News » NASIONAL » Insentif Era Prabowo Tak Ada yang Baru, Dampaknya Kurang Jos ke Pertumbuhan Ekonomi

Insentif Era Prabowo Tak Ada yang Baru, Dampaknya Kurang Jos ke Pertumbuhan Ekonomi

Indonesia Financial News by Indonesia Financial News
2025-02-09
0

Insentif Era Prabowo Tak Ada yang Baru, Dampaknya Kurang Jos ke Pertumbuhan Ekonomi

wmhg.org – JAKARTA. Pemerintah menebar ragam insentif mulai dari insentif pajak, untuk kelas menengah hingga atas. Akan tetapi insentif tersebut dinilai belum bisa mendorong perekonomian tahun ini.

Ekonom Center of Reform on Economic atau CORE Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai, beberapa insentif tersebut masih sama seperti era pemerintahan sebelumnya.

Misalnya saja, insentif pajak pertambahan nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) ditanggung pemerintah (DTP) untuk kendaraan roda empat berbasis listrik, insentif PPN DTP rumah susun dan tapak, insentif, dan insentif pajak penghasilan (PPh) Pasal 21 DTP bagi pegawai di sektor tertentu.

Selanjutnya, stimulus untuk UMKM, wirausaha, dan industri akan diberikan  perpanjangan masa berlakunya PPh final 0,5% dari omzet sampai dengan tahun 2025 melalui revisi peraturan pemerintah.

Yusuf menilai, karena insentif tersebut mayoritas menerapkan kebijakan pemerintahan sebelumnya, maka dampak ke perekonomian tahun ini tak akan jauh seperti tahun lalu.

“Sayangnya kalau kita berkaca pada tahun lalu, insentif terutama untuk pajak relatif belum bisa mendorong pertumbuhan ekonomi yang tinggi setidaknya seperti target yang disampaikan pemerintah di awal tahun 2024 (5,2%),” tutur Yusuf kepada Kontan, Minggu (9/2).

Selain itu, Yusuf menilai, insentif yang dikeluarkan pemerintah seperti pajak umumnya berlaku untuk masyarakat yang bekerja di sektor formal. Padahal sektor informal juga tercatat sebagai sektor yang relatif mendominasi lapangan kerja saat ini. Artinya, dampak yang diberikan  relatif terbatas pada sektor formal saja.

Selain itu, beberapa insentif untuk kelas menengah juga terbatas dalam jangka waktu tertentu, sehingga bisa mempengaruhi kapasitas bantuan atau insentif tersebut dalam menstimulasi perekonomian.

“Sehingga jika tidak ada tambahan insentif yang lebih luas, terutama bagi mereka yang terkategorisasi sebagai pendapatan kelas menengah ataupun calon kelas menengah maka dorongan terhadap pertumbuhan ekonomi terutama konsumsi rumah tangga akan tidak sebesar potensialnya,” tambahnya.

Sebenarnya, Yusuf menambahkan, pemerintah tidak perlu menambah insentif lain untuk mendorong ekonomi saat ini.  Tetapi dengan cara memperluas cakupan ataupun syarat yang bisa menerima bantuan tersebut.

Misalnya bantuan sosial diperluas tidak hanya kepada masyarakat yang terkategorisasi sebagai kelompok pendapatan miskin, tetapi juga kepada masyarakat yang terkategorisasi sebagai kelompok rentan miskin,  ataupun yang terkategorisasi sebagai calon kelas menengah pada range pendapatan tertentu.

“Hal yang sama juga berlaku untuk bantuan lain termasuk di dalamnya misalnya subsidi LPG 3 kg ataupun subsidi pendidikan maupun transportasi,” ungkapnya.

Melihat kondisi tersebut, Yusuf menyarankan agar pemerintah  mempertimbangkan untuk mendorong dari beli masyarakat, dengan memperluas cakupan penerimaan dari bantuan eksisting yang sudah ada.

Meski harus menambah anggaran, pemerintah bisa membarengi dengan upaya meningkatkan rasio pajak. Dalam jangka menengah, bisa dilakukan melalui ekstensifikasi sumber-sumber penerimaan baru.

“Setidaknya diatas pencapaian pertumbuhan ekonomi tahun lalu. Masih di kisaran % tapi angka dibelakang komanya lebih besar,” tandasnya.

Indonesia Financial News

Indonesia Financial News

Next Post
Kuasa Hukum Hasto PDIP Beberkan KPK Sewenang-wenang Tetapkan Tersangka

Kuasa Hukum Hasto PDIP Beberkan KPK Sewenang-wenang Tetapkan Tersangka

  • POPULER
  • TOPIK POPULER
  • TERBARU
ISF 2026: Bos Apindo Ungkap Tantangan Industri Hijau

ISF 2026: Bos Apindo Ungkap Tantangan Industri Hijau

2026-10-08
Harga Susu Impor Naik Imbas Rupiah Melemah, Pemerintah Cari Solusi

Harga Susu Impor Naik Imbas Rupiah Melemah, Pemerintah Cari Solusi

2026-06-03
Bos Danantara Mau Boyong Lagi BUMN Masuk Bursa Saham 2027

Bos Danantara Mau Boyong Lagi BUMN Masuk Bursa Saham 2027

2026-10-08
ISF 2026: Kadin Sebut Indonesia Berpeluang Tingkatkan Pemakaian Energi Terbarukan

ISF 2026: Kadin Sebut Indonesia Berpeluang Tingkatkan Pemakaian Energi Terbarukan

2026-10-08
Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Emas Hari Ini Melejit Usai Dolar AS hingga Imbal Hasil Obligasi Melemah

Harga Emas Hari Ini Melejit Usai Dolar AS hingga Imbal Hasil Obligasi Melemah

2026-10-08
Harga Emas Antam 7 Oktober 2026 Lebih Mahal Rp 10.000, Simak Rincian di Sini

Harga Emas Antam 7 Oktober 2026 Lebih Mahal Rp 10.000, Simak Rincian di Sini

2026-10-08
Harga Emas Pegadaian 7 Oktober 2026: Galeri24, Antam, dan UBS Kompak Melejit

Harga Emas Pegadaian 7 Oktober 2026: Galeri24, Antam, dan UBS Kompak Melejit

2026-10-08
Harga Emas Perhiasan Hari Ini 7 Oktober 2026: Simak Berbagai Karat di Sini

Harga Emas Perhiasan Hari Ini 7 Oktober 2026: Simak Berbagai Karat di Sini

2026-10-08

TERPOPULER

  • EKONOMI
  • CRYPTO
CFTC Susun Aturan Perdagangan Kripto Ritel

CFTC Susun Aturan Perdagangan Kripto Ritel

2026-10-08
0
Harga Kripto 7 Oktober 2026: Bitcoin Melemah, HYPE Memimpin Koreksi

Harga Kripto 7 Oktober 2026: Bitcoin Melemah, HYPE Memimpin Koreksi

2026-10-08
0
Perusahaan Pembayaran Conduit Gugat Penerbit Stablecoin Tether

Perusahaan Pembayaran Conduit Gugat Penerbit Stablecoin Tether

2026-10-08
0
Arthur Hayes Ramal Ledakan AI Berujung Crash, Kripto Bisa Kecipratan Untung

Arthur Hayes Ramal Ledakan AI Berujung Crash, Kripto Bisa Kecipratan Untung

2026-10-08
0
Investor Tarik Bitcoin Rp 59 Triliun dari Binance dalam 15 Hari

Investor Tarik Bitcoin Rp 59 Triliun dari Binance dalam 15 Hari

2026-10-08
0
Load More
Berita Keuangan Indonesia

Kita menggunakan cookies untuk membuat website ini lebih baik. Info Selengkapnya!

WMHG INDONESIA

Lkuti Kami

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • ANALISIS KEUANGAN
  • BISNIS
  • BLOCKCHAIN
  • CRYPTO
  • EKONOMI
  • INTERNASIONAL
  • INVESTASI
  • INVESTASI SAHAM
  • KEUANGAN
  • KEUANGAN PRIBADI
  • NASIONAL
  • News

Berita Terbaru

Harga Emas Hari Ini Melejit Usai Dolar AS hingga Imbal Hasil Obligasi Melemah

Harga Emas Hari Ini Melejit Usai Dolar AS hingga Imbal Hasil Obligasi Melemah

2026-10-08
Harga Emas Antam 7 Oktober 2026 Lebih Mahal Rp 10.000, Simak Rincian di Sini

Harga Emas Antam 7 Oktober 2026 Lebih Mahal Rp 10.000, Simak Rincian di Sini

2026-10-08

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • INVESTASI SAHAM
    • KEUANGAN PRIBADI
  • ANALISIS KEUANGAN

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.