Jakarta – Nilai tukar rupiah kembali dibuka melemah cukup tajam ke level Rp 18.129 per dolar Amerika Serikat (AS) pada hari ini Senin (8/6/2026). Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas Ibrahim Assuaibi memperkirakan pelemahan mata uang rupiah masih berlanjut dan berpotensi menyentuh level Rp 19.000 per dolar AS pada akhir Juni 2026.
Hari ini rupiah dibuka melemah cukup tajam. Tadi saya sudah infokan yaitu Rp 18.129. Ada kemungkinan besar rupiah kalau saya lihat dari kondisi saat ini level Rp 19.000.000 di akhir bulan ini kemungkinan akan tercapai, kata Ibrahim, Senin (8/6/2026).
BACA JUGA:Rupiah Melemah, Harga Baju hingga Sepatu Siap-Siap Naik Bulan Depan
BACA JUGA:IHSG Anjlok 4,5% ke 5.342, Ini Pemicunya
BACA JUGA:Rupiah Tertekan, Pengusaha Pede Investasi Masih Tumbuh
Tekanan terhadap rupiah saat ini berasal dari kombinasi faktor eksternal dan domestik yang membuat investor semakin berhati-hati terhadap aset berisiko di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. Salah satu faktor utama yang mendorong penguatan dolar AS adalah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Menurutnya, konflik yang melibatkan AS dan Iran di kawasan Selat Hormuz telah memicu kekhawatiran pasar global terhadap stabilitas pasokan energi dunia. Situasi semakin memanas setelah Iran melakukan serangan terhadap sekutu-sekutu AS di kawasan Timur Tengah, termasuk Kuwait dan Uni Emirat Arab.
Di saat yang sama, konflik Israel dengan Hamas dan ketegangan di Lebanon Selatan juga terus memicu ketidakpastian geopolitik. Kondisi tersebut membuat investor global mencari aset yang dianggap lebih aman, salah satunya dolar AS.
Itu membuat dolar menguat, kemudian harga minyak juga naik, imbuhnya.




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4435870/original/088377700_1684729184-serena-t-EeIVy0KPfcE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5493247/original/043625100_1770199019-Menteri_Sekretaris_Negara_Prasetyo_Hadi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5425364/original/017829900_1764223460-1000162796.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5541125/original/024837600_1774852869-Menteri_Perhubungan__Menhub__Dudy_Purwagandhi-30_Maret_2026b.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4183710/original/033100200_1665113148-Bank_Indonesia_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8047512/original/073925100_1780890550-Screenshot_2026-06-08_104804.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2053635/original/071518800_1522820303-20180404-BI-MER-AB2a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3975034/original/086610900_1648205536-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4409978/original/045031200_1682764101-Colana_Kripto.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5302025/original/025418900_1753969652-Gemini_Generated_Image_pok85upok85upok8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028254/original/041675300_1732871304-fotor-ai-2024112916726.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6998573/original/053700600_1779768852-AP26142839887177.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)