Jakarta – Harga emas dunia melanjutkan koreksi pada perdagangan Senin, (8/6/2026). Pelemahan harga emas ini seiring meningkatnya kekhawatiran kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) setelah laporan pekerjaan yang kaut. Sementara itu, konflik di Timur Tengah kembali memanas sehingga memicu kenaikan harga minyak dan kekhawatiran inflasi. Lalu bagaimana harga emas perhiasan di Raja Emas dan Laku Emas?
Mengutip CNBC, harga emas spot turun 0,4% menjadi US$ 4.313,11 per ounce pada pukul 03.02 GMT. Harga emas turun sekitar 3% pada Jumat pekan lalu, mencapai titik tertendah sejak 24 Maret 2026.
BACA JUGA:Pengusaha Rusia Mengeluh Soal Suku Bunga Masih Tinggi
BACA JUGA:OJK: Stabilitas Keuangan Tetap Terjaga di Tengah Lonjakan Inflasi Global
BACA JUGA:Harga Emas Dunia Anjlok Tersengat Kekhawatiran Inflasi
BACA JUGA:Kenapa Nilai Tukar Rupiah Bisa Melemah dan Menguat? Ini Faktor-Faktor Utamanya
Harga kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus susut 0,7% menjadi US$ 4.336,30. “Semua ini didasarkan pada sikap hawkish yang mulai ditunjukkan pasar terhadap kontrak berjangka the Fed,” ujar Senior Market Analyst OANDA, Kelvin Wong.
Ia menuturkan, imbal hasil treasury yang lebih tinggi juga semakin menekan harga emas. Imbal hasil obligasi treasury bertenor 10 tahun naik setelah melonjak ke level tertinggi dalam dua minggu pada sesi sebelumnya. Ini meningkatkan biaya peluang untuk memegang emas batangan yang tidak menghasilkan imbal hasil.
Israel mengatakan, telah menyerang target militer di Iran barat dan tengah pada Senin, bahkan setelah Presiden AS Donald Trump dilaporkan meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menahan diri dari serangan lebih lanjut.
Harga minyak naik lebih dari US$ 3 per barel, memperdalam kekhawatiran atas inflasi dan kenaikan suku bunga.
Meskipun emas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi, suku bunga yang lebih tinggi cenderung membebani logam yang tidak memberikan imbal hasil ini.




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4103056/original/068493900_1658923736-Harga_emas_menguat_tipis-ANGGA_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4435870/original/088377700_1684729184-serena-t-EeIVy0KPfcE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5493247/original/043625100_1770199019-Menteri_Sekretaris_Negara_Prasetyo_Hadi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8011154/original/013585800_1780850911-IMG-20260607-027.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3545719/original/087868100_1629425274-059440700_1560940276-20190619-Rupiah-Menguat-di-Level-Rp14.264-per-Dolar-AS1.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4183710/original/033100200_1665113148-Bank_Indonesia_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8047512/original/073925100_1780890550-Screenshot_2026-06-08_104804.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2053635/original/071518800_1522820303-20180404-BI-MER-AB2a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3975034/original/086610900_1648205536-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4409978/original/045031200_1682764101-Colana_Kripto.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5302025/original/025418900_1753969652-Gemini_Generated_Image_pok85upok85upok8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028254/original/041675300_1732871304-fotor-ai-2024112916726.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6998573/original/053700600_1779768852-AP26142839887177.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)