Jakarta – Nilai tukar rupiah ditutup menguat pada perdagangan sore ini, Kamis (16/7/2026), di level 17.986 per dolar AS di tengah meredanya kekhawatiran terhadap kebijakan suku bunga Amerika Serikat (AS). Penguatan mata uang rupiah terjadi setelah data inflasi produsen AS menunjukkan pelemahan tekanan harga yang lebih besar dari perkiraan pasar.
Pada perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup menguat 82 poin—sebelumnya sempat menguat 85 poin—di level 17.986 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level 18.068 per dolar AS, kata Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, dalam keterangannya, Kamis (16/7/2026).
BACA JUGA:Rupiah Menguat ke 17.937 per Dolar AS, Pasar Nantikan Keputusan BI
BACA JUGA:Rupiah Hari Ini Lesu terhadap Dolar AS, Sentimen The Fed jadi Pemicu
Lebih lanjut, Ibrahim mengatakan penguatan rupiah didorong oleh rilis data inflasi produsen (Producer Price Index/PPI) Amerika Serikat yang secara tak terduga mengalami penurunan pada Juni 2026.
Menurutnya, data inflasi tersebut memperkuat indikasi bahwa tekanan harga di AS mulai mereda, sehingga mengurangi ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat.
Meski demikian, sentimen positif dari data inflasi tersebut belum sepenuhnya mampu menghilangkan kekhawatiran investor. Pasalnya, konflik yang kembali memanas di Timur Tengah mendorong harga minyak mentah naik selama empat sesi perdagangan berturut-turut.
Namun, investor sebagian besar mengabaikan data inflasi yang bersifat retrospektif karena pertempuran yang kembali terjadi di Timur Tengah mendorong harga minyak mentah lebih tinggi untuk sesi keempat berturut-turut, ujarnya.



/2025/05/07/69721599.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298575/original/068959200_1784175062-20260710_084852.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4971211/original/002589400_1729136232-IMG_5738.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5554069/original/013962000_1776058564-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2384193/original/016916200_1539657980-warren.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293243/original/070926800_1783680606-WhatsApp_Image_2026-07-10_at_17.27.49.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293317/original/084763900_1783689465-WhatsApp_Image_2026-07-10_at_20.16.45.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295187/original/064854200_1783917688-WhatsApp_Image_2026-07-13_at_11.22.27.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3520932/original/054634300_1627274266-FOTO_000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4750922/original/000470300_1708667884-WhatsApp_Image_2024-02-22_at_16.29.58__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8522080/original/033966500_1782450355-WhatsApp_Image_2026-06-26_at_12.03.51.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5323534/original/076427800_1755774308-Gemini_Generated_Image_vu7jgqvu7jgqvu7j.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816480/original/079795300_1714383491-fotor-ai-2024042913369.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816479/original/001937700_1714383474-fotor-ai-2024042913365.jpg)