Jakarta – Nilai tukar rupiah berhasil ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (13/5/2026). Mata uang Garuda menguat ke level Rp17.476 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp17.529 per dolar AS.
Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), Muhammad Amru Syifa, menilai penguatan rupiah dipicu aksi ambil untung atau profit taking terhadap dolar AS setelah sebelumnya mata uang Negeri Paman Sam menguat cukup tajam.
BACA JUGA:Detik-detik Pemusnahan Ratusan Ribu Lembar Uang Palsu
BACA JUGA:Rupiah Tembus Rp 17.500, Bahlil Kaji Dampak ke Harga BBM
BACA JUGA:Bank Indonesia Wanti-Wanti Masyarakat Buat Deteksi Uang Rupiah Palsu, Bagaimana Caranya?
“Penguatan rupiah terjadi seiring aksi ambil untung (profit taking) terhadap dolar AS setelah sebelumnya mengalami penguatan cukup tajam pasca rilis data inflasi Amerika Serikat yang melampaui ekspektasi pasar,” ujar Amru dikutip dari Antara, Rabu (13/5/2026).
Data inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya sempat mendorong penguatan dolar AS di pasar global.
Berdasarkan laporan Anadolu, tingkat inflasi tahunan AS pada April 2026 mencapai 3,8%, tertinggi sejak Mei 2023. Angka tersebut lebih tinggi dibanding ekspektasi pasar yang berada di level 3,7%.
Sementara itu, inflasi AS pada Maret 2026 tercatat sebesar 3,3%.
Kondisi tersebut membuat investor mulai melakukan penyesuaian posisi setelah dolar AS menguat signifikan dalam beberapa waktu terakhir.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5767439/original/006789200_1778670565-WhatsApp_Image_2026-05-13_at_17.54.40_1_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5562097/original/092106500_1776779128-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-21_April_2026b.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5453610/original/007869400_1766482737-1a2f8c2a-8c24-4682-9524-a65d9f0750e8.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5562645/original/032091900_1776835694-1000296203.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5707007/original/003371200_1778590317-WhatsApp_Image_2026-05-12_at_18.46.38.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5700108/original/038248400_1778579903-IMG-20260512-WA0075.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5734873/original/051649600_1778630145-meskipun-ekspor-melemah-cadangan-devisa-ri-masih-meningkat.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5748550/original/098447200_1778648323-Bank_Indonesia__BI__mulai_memusnahkan_uang_rupiah_palsu.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5539267/original/091129700_1774595159-IMG-20260327-WA0004.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5706488/original/093486400_1778589639-1000315954.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3980727/original/003754900_1648714870-20220331-Laporan-SPT-1.jpg)