Jakarta – Pembelian emas sebagai instrumen keuangan safe haven turut dilakukan oleh bank sentral dunia pada awal 2026, termasuk Bank Indonesia (BI). Hal tersebut turut membuat permintaan emas tetap bertahan di tengah volatilitas dan tekanan geopolitik global.Â
Head of Asia Pacific & Global Head of Central Banks World Gold Council Shaokai Fan melaporkan, total pembelian emas oleh bank sentral pada kuartal I 2026 mencapai 244 ton, naik 3 persen secara tahunan (YoY).
BACA JUGA:Bank Indonesia All Out Jaga Stabilitas Rupiah, Ini Buktinya
BACA JUGA:Bank Sentral Australia Naikkan Suku Bunga Ketiga Kalinya
BACA JUGA:Bank Sentral Aktif Borong Emas, Permintaan Global Tembus Rekor
BACA JUGA:Ketua Jerome Powell Pastikan Bertahan di The Fed
Bank Indonesia juga termasuk salah satu bank sentral yang turut membeli, dan secara total Bank Indonesia membeli 2 ton emas, ujar Shaokai dalam sesi media briefing, Rabu (13/5/2026).
Tak hanya membeli, beberapa bank sentral dunia pun melakukan aksi jual emas di triwulan pertama tahun ini. Shaokai mencontohkan Turki, yang menjualnya untuk mempertahankan konversi nilai mata uang mereka.Â
Kemudian contoh lainnya adalah Rusia, mereka menjual emas untuk mendanai perang dengan Ukraina, imbuh dia memberikan contoh lain.Â
Namun, Shaokai menambahkan, secara umum masih sedikit sekali bank sentral yang memilih untuk menjual emas. Sebagian besar bank sentral di dunia masih dalam fase akumulasi.Â
Permintaan Emas Naik 2%
Secara umum, World Gold Council mencatat, permintaan emas pada kuartal I 2026 lebih tinggi 2 persen (YoY) dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.Â
Mengacu pada catatan itu, Shaokai menekankan kenaikan permintaan sebesar 2 persen turut menandakan lonjakan dalam volume emas.Â
Namun untuk nilai dari emas itu sendiri, ternyata meningkatnya lebih dari 74 persen. Tentunya ini tidak terlepas dari kinerja harga emas yang sangat baik, ungkap dia.Â




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5734873/original/051649600_1778630145-meskipun-ekspor-melemah-cadangan-devisa-ri-masih-meningkat.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1129521/original/070433500_1454399964-20160202-Reaksi-Presiden-FSPMIKSPI-Terkait-Tutupnya-Dua-Perusahaan-Raksasa-Elektronik-Helmi-tebe-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5562097/original/092106500_1776779128-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-21_April_2026b.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523351/original/063455500_1772803904-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-6_Maret_2026c.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5700108/original/038248400_1778579903-IMG-20260512-WA0075.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5748550/original/098447200_1778648323-Bank_Indonesia__BI__mulai_memusnahkan_uang_rupiah_palsu.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5539267/original/091129700_1774595159-IMG-20260327-WA0004.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5706488/original/093486400_1778589639-1000315954.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5707007/original/003371200_1778590317-WhatsApp_Image_2026-05-12_at_18.46.38.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3980727/original/003754900_1648714870-20220331-Laporan-SPT-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5562645/original/032091900_1776835694-1000296203.jpg)