Jakarta – Bank Mandiri kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung masyarakat melalui aksi sosial Mandiri Berbagi Sembako. Program ini digelar dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional sekaligus menjadi bentuk kepedulian perusahaan terhadap pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Melalui program tersebut, Bank Mandiri menyalurkan bantuan paket sembako kepada masyarakat prasejahtera dan pekerja sektor informal di 10 titik yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia pada periode 12 hingga 20 Mei 2026.
BACA JUGA:Deretan Bank Indonesia Masuk Daftar World Best Banks versi Forbes
BACA JUGA:Anak Usaha Petrosea jadi Penjamin Utang ke Bank Mandiri
Secara nasional, program ini menargetkan lebih dari 28 ribu penerima manfaat. Langkah tersebut menjadi bagian dari kontribusi nyata Bank Mandiri dalam membantu menjaga daya tahan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat perannya sebagai ekosistem penggerak ekonomi nasional.
Penerima bantuan berasal dari berbagai kelompok masyarakat yang selama ini turut menopang aktivitas ekonomi sehari-hari. Mulai dari pengemudi ojek online, kurir, porter, petugas kebersihan, satpam, hingga masyarakat prasejahtera lainnya.
Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista mengatakan program Mandiri Berbagi Sembako merupakan bentuk kepedulian sosial berkelanjutan perusahaan di tengah dinamika global yang masih menantang.
“Melalui program ini, kami ingin menghadirkan bantuan yang dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, khususnya para pekerja sektor informal dan kelompok masyarakat rentan yang menjadi bagian penting dalam aktivitas ekonomi nasional. Inisiatif ini juga sejalan dengan komitmen Bank Mandiri untuk terus hadir melayani sepenuh hati bagi masyarakat secara inklusif,” ujar Adhika dalam keterangan resminya, Rabu (13/5).




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3532281/original/068580000_1628161372-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5562097/original/092106500_1776779128-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-21_April_2026b.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5453610/original/007869400_1766482737-1a2f8c2a-8c24-4682-9524-a65d9f0750e8.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5562645/original/032091900_1776835694-1000296203.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5707007/original/003371200_1778590317-WhatsApp_Image_2026-05-12_at_18.46.38.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5700108/original/038248400_1778579903-IMG-20260512-WA0075.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5734873/original/051649600_1778630145-meskipun-ekspor-melemah-cadangan-devisa-ri-masih-meningkat.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5748550/original/098447200_1778648323-Bank_Indonesia__BI__mulai_memusnahkan_uang_rupiah_palsu.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5539267/original/091129700_1774595159-IMG-20260327-WA0004.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5706488/original/093486400_1778589639-1000315954.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3980727/original/003754900_1648714870-20220331-Laporan-SPT-1.jpg)