Jakarta – Analis memprediksi harga emas pekan ini kembali menguji level support. Pergerakan harga emas dunia akan dipengaruhi kekhawatiran inflasi karena harga minyak dunia yang melonjak. Pada pekan ini, ada sejumlah sentimen yang akan pengaruhi harga emas.
Mengutip Kitco, ditulis Senin (26/4/2026), harga emas meski terus di level support USD 4.700 per ounce, pasar tetap stagnan, tidak mampu menembus di atas USD 4.800 per ounce pada pekan lalu. Hal ini karena ketidakpastian geopolitik terus menguntungkan dolar Amerika Serikat sebagai aset safe haven.
BACA JUGA:Sekjen Kemendagri Desak Pemda Turun Langsung Kendalikan Inflasi, Tak Cukup Hadir di Rapat
BACA JUGA:Harga Emas Perhiasan Hari Ini 26 April 2026 di Raja Emas hingga Laku Emas
BACA JUGA:Harga Emas Dunia Menguat Jelang Akhir Pekan, Ini Pemicunya
BACA JUGA:Gambaran Ekonomi Iran Usai Digempur AS, Harga Roti Melonjak 140% dan Ekspor Anjlok 70%
16 analis berpartisipasi dalam Survei Emas Kitco News dengan sentimen wall street seimbang seperti yang terjadi sebelumnya di tengah kurangnya arah yang jelas.
Lima analis atau 31% memprediksi harga emas berpeluang naik pada pekan ini. Sedangkan lima lainnya memperkirakan penurunan harga emas. Enam analis lainnya memprediksi harga emas alami konsolidasi.
Sementara itu, 16 suara diberikan dalam jajak pendapat daring Kitco, dengan sentimen investor main street sama-sama tidak pasti. Enam pelaku pasar ritel atau 38% memprediksi harga emas naik pekan ini. Sedangkan lima lainnya atau 31% memperkirakan logam mulia akan turun. Lima investor lainnya yang mewakili 31% dari total memperkirakan harga emas mendatar.
Bersamaan dengan ketidakpastian yang terus berlanjut seputar gencatan senjata dan negosiasi perdamaian di Timur Tengah, beberapa analis menuturkan, harga emas dapat menguji kembali level support yang lebih luas pekan ini. Hal itu karena harga minyak yang lebih tinggi juga memicu kekahwatiran inflasi, yang dapat memaksa the Federal Reserce (the Fed) untuk mempertahankan kebijakan moneter ke depan.
“Karena kekhawatiran akan guncangan inflasi meningkat, bank sentral kemungkinan akan mempertahankan suku bunga atau menaikkannya ke depan,” ujar Senior Market Analyst FXTM, Lukman Otunuga.
“Realitas yang agresif ini merupakan kabar buruk bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil meskipun sentimen risk-off,” ia menambahkan.



/2016/06/14/1203891571.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4013695/original/083702900_1651632388-000_329D9V2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1158948/original/095423800_1456912771-20160302-Panel-Surya-ESDM-Jakarta--Gempur-M-Surya-01.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5355485/original/050496700_1758339034-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5357584/original/090784900_1758533603-WhatsApp_Image_2025-09-22_at_15.12.31.jpeg)
/2026/02/25/1697651046.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975040/original/077790600_1648205648-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2890385/original/036007700_1566535931-20190823-Harga-Emas-Antam-Turun-Rp-4.000-per-Gram5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4054549/original/011680900_1655354022-Harga-Kebutuhan-Pokok-Naik-Herman-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5566375/original/024985600_1777178530-Nelayan-26_April_2026c.jpg)