Jakarta – Aktivitas transaksi aset kripto XRP mengalami penurunan drastis dalam setahun terakhir. Data terbaru dari perusahaan analitik blockchain Glassnode menunjukkan permintaan transaksi di jaringan XRP merosot hingga 91,5% sejak Februari 2025, memperkuat tekanan terhadap harga aset digital tersebut yang tengah berada di bawah level support penting.
Dikutip dari Coinmarketcap, Kamis (11/6/2026), berdasarkan laporan Glassnode, simple moving average (SMA) 90 hari untuk total biaya transaksi yang dibayarkan di jaringan XRP turun dari 5.900 XRP pada Februari 2025 menjadi hanya 500 XRP saat ini.
BACA JUGA:Remaja 20 Tahun Curi Bitcoin Rp 233 Miliar, Uangnya Dipakai Foya-Foya
BACA JUGA:CryptoQuant Ramal Bitcoin Bisa Turun ke US$ 53.600, Ini Alasannya
BACA JUGA:IPO SpaceX Bakal Membayangi Pasar Kripto
Menurut Glassnode, penurunan tajam tersebut bukan sekadar penyesuaian pasar biaya transaksi, melainkan mencerminkan melemahnya aktivitas organik pengguna di jaringan XRP Ledger (XRPL).
Penurunan sebesar ini mencerminkan kontraksi yang hampir total pada permintaan transaksi organik di jaringan sejak puncaknya pada Februari 2025, tulis Glassnode.
Perusahaan tersebut menegaskan bahwa biaya minimum transaksi di XRP Ledger tetap berada di level 0,00001 XRP dan tidak mengalami perubahan selama periode tersebut. Artinya, penurunan biaya yang tercatat bukan disebabkan oleh perubahan teknis jaringan, melainkan karena jumlah transaksi yang terjadi semakin sedikit.
Harga XRP Kehilangan Level Penting
Melemahnya aktivitas jaringan turut tercermin pada pergerakan harga XRP. Aset kripto terbesar keempat berdasarkan kapitalisasi pasar itu tercatat diperdagangkan di kisaran US$ 1,097 atau turun 3,53% dalam 24 jam terakhir.
Sebelumnya, XRP kehilangan level psikologis US$1,13 setelah mengalami aksi jual sekitar 4,5%. Kini para pelaku pasar memantau area US$ 1,10 hingga US$ 1,12 sebagai zona pertahanan utama.
Jika level tersebut gagal dipertahankan, analis memperkirakan XRP berpotensi kembali menguji level US$ 1,00 bahkan turun ke kisaran US$ 0,80 hingga US$ 0,90.
Kondisi tersebut menjadi semakin mengkhawatirkan karena terjadi di tengah pelemahan fundamental jaringan yang ditunjukkan oleh menurunnya aktivitas transaksi.




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6998518/original/060608900_1779768813-AP26142827392886.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5069913/original/084834700_1735382643-Screenshot_2024-12-28_174124.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5299141/original/036414800_1753783117-IMG-20250729-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5136481/original/050452400_1739862534-WhatsApp_Image_2025-02-18_at_12.19.46_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8157992/original/006122100_1781012295-Menteri_Koordinator__Menko__Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-9_Juni_2026b.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740421/original/097240200_1707701801-fotor-ai-202402128340.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3913279/original/044672700_1643034569-24_januari_2022-3.jpg)