Jakarta – PT Bank Central Asia Tbk (kode saham BBCA) mengklaim pelemahan nilai tukar atau kurs rupiah terhadap dolar AS belum sampai terlalu mengganggu kinerja perseroan. Lantaran porsi portofolio kredit valuta asing (valas) miliknya tidak terlalu besar.
Wakil Presiden Direktur BCA John Kosasih mengatakan, saat ini portofolio BCA terkait dengan valas sekitar 4,9 persen dari total portofolio kredit. Sehingga kemerosotan rupiah belum banyak berdampak, meskipun kurs sempat bertengger di level Rp 17.300 per dolar AS pada Kamis (23/4/2026) hari ini.
BACA JUGA:Ada Campur Tangan \’Orang Dalam\’ di Kucuran Kredit Fiktif Bank
BACA JUGA:PPATK Jabarkan Modus Kredit Fiktif Perbankan, Begini Cara Deteksinya!
BACA JUGA:Bos BI: Kredit Tumbuh, tapi Masih Banyak Dana Nganggur
Jadi kecil sekali saat ini (dampaknya), dan kondisinya saat ini masih terjaga dengan baik. Jadi apabila terjadi perlemahan rupiah tentu saja dampaknya pun juga tidak signifikan, ujar dia dalam sesi konferensi pers paparan kinerja BCA Kuartal I 2026, Kamis (23/4/2026).
John mengatakan, pelemahan rupiah ini justru punya keuntungan tersendiri bila dilihat dari kacamata pengusaha, khususnya yang bergerak di bidang ekspor. Namun begitu, kelompok pengusaha tetap berharap nilai tukar mata uang Garuda bisa segera stabil.
Kalau seandainya mereka adalah eksportir, tentu saja dengan adanya perlemahan rupiah ini malah menguntungkan. Karena ini jadi Rp 17.300, ungkap dia.
Tentu saja para pengusaha kalau ditanya sebaiknya bagaimana, sebaiknya kalau bisa yang memang stabil ya. Itu yang diharapkan oleh para pengusaha di lapangan, dia menambahkan.


/2026/02/21/1358728669.jpg)
/2025/03/06/38420056.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3029352/original/041405400_1579686482-20200122-Penguatan-Rupiah-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5562718/original/076507100_1776838015-Chairman_B57__Asia_Pasifik_Arsjad_Rasjid-22_April_2026c.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1601200/original/046758400_1495427422-Fintech.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5502845/original/028071300_1771047903-1280_x_720.jpg)
/2025/12/07/375912457.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/1400471/original/026176400_1478686859-20161109--Donald-Trump-Unggul-Rupiah-Terpuruk-Jakarta-Angga-Yuniar-01.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5564221/original/031578300_1776930460-WhatsApp_Image_2026-04-23_at_12.16.10__1_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4805340/original/093907000_1713432001-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3532284/original/011004900_1628161432-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/976573/original/043185800_1441279137-harga-emas-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1095898/original/089936600_1451317331-Gedung-PPATK-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4172125/original/088962000_1664246266-pupuk_bersubsidi.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5527489/original/089112300_1773204270-Kepala_Staf_Kepresidenan__Muhammad_Qodari-11_Maret_2026a.jpg)