Jakarta – Pemerintah Thailand menyetujui paket pinjaman darurat senilai USD 12,2 miliar atau sekitar Rp 212 triliun (estimasi kurs Rp 17.400 per dolar AS) untuk meredam dampak ekonomi akibat perang di Timur Tengah.
Keputusan tersebut diumumkan kabinet Thailand pada Selasa (5/5/2026). Dikutip dari Channel News Asia, Rabu (6/5/2026), paket pinjaman itu menjadi salah satu rencana utang terbesar yang pernah diambil negara tersebut dalam beberapa dekade terakhir.
BACA JUGA:Dubes Prapan: Thailand dan Indonesia Punya Potensi Kolaborasi di Sektor Wellness
BACA JUGA:Thailand Batalkan Perjanjian 25 Tahun dengan Kamboja soal Eksplorasi Energi Bersama
Pemerintah menyebut dana tersebut akan digunakan untuk mendorong belanja domestik sekaligus membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi akibat kenaikan inflasi dan perlambatan pertumbuhan ekonomi.
Sebelumnya, Kementerian Keuangan Thailand memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi 2026 menjadi 1,6 persen, turun dari realisasi 2,4 persen pada tahun lalu.
Pinjaman senilai sekitar 400 miliar baht itu akan mulai digelontorkan pada periode Juni hingga September 2026.
Dana tersebut juga akan digunakan untuk membantu lebih dari 20 juta warga berpenghasilan rendah melalui program “Thais Helps Thais” guna meringankan biaya hidup masyarakat.
Selain bantuan sosial, pemerintah Thailand juga akan memakai sebagian dana untuk mendukung pengembangan energi alternatif.



/2025/06/13/674699726.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5576003/original/009479800_1778049364-Menperin_Agus_Gumiwang_Kartasasmita-6_Mei_2026a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5522140/original/044449300_1772718909-7eef455c-f3b2-4a8b-a9e6-6297d80f6724.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5501244/original/065983200_1770890840-Menteri_Koordinator_Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-12_Februari_2026de.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5562094/original/020205200_1776778989-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-21_April_2026a.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2172325/original/001382600_1525690405-Investasi-Meningkat_-Ekonomi-Indonesia-Kuartal-1-Tumbuh-5_06_1.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5196555/original/022471000_1745413931-20250423-Perkotaan-ANG_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/953317/original/021435900_1439363719-20150812-Rupiah-Anjlok5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3291093/original/097460500_1604903000-20201109-Donald-Trump-Kalah-Pilpres-AS_-Rupiah-Menguat-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2199763/original/055327500_1525841213-hoax.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4816479/original/001937700_1714383474-fotor-ai-2024042913365.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4816482/original/062767500_1714383557-fotor-ai-20240429133654.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4584690/original/024803900_1695355029-AP23173763610082-e1695301934278.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5028260/original/094937500_1732871703-fotor-ai-2024112916143.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4876293/original/006485300_1719462342-fotor-ai-20240627112341.jpg)