Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi akan mengalami tekanan pada penutupan perdagangan hari ini. Pengamat pasar uang menyoroti kombinasi antara ketidakpastian blokade Selat Hormuz dan pelaku pasar masih mencerna data realisasi pertumbuhan ekonomi.
Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi memproyeksikan nilai tukar rupiah melemah pada rentang Rp 17.380 hingga Rp 17.420 pada penutupan perdagangan hari ini.
BACA JUGA:Rupiah Sempat Sentuh 17.400, Data Inflasi Indonesia jadi Sorotan
BACA JUGA:Tak Cuma Geopolitik, Rupiah Melemah Juga karena Musim Haji
BACA JUGA:Rupiah Kembali Menguat, Sektor Riil Masih Dibayangi Ancaman Ini
BACA JUGA:Cara Menghitung Kurs Riyal ke Rupiah dengan Mudah dan Cepat, Pastikan Hasilnya Akurat
Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp 17.380 – Rp 17.420, kata Ibrahim kepada www.wmhg.org, Kamis (7/5/2026).
Adapun pada perdagangan Rabu (6/5/2026) mata uang rupiah ditutup menguat 36 poin Rp 17,387 sebelumnya sempat menguat 40 poin di level Rp 17.409 dari penutupan sebelumnya di level Rp 17.424.
Ibrahim menilai pelemahan rupiah masih dipengaruhi oleh gejolak geopolitik antara AS dengan Iran. Dimana berdasarkan informasi terbaru, pasar merespons positif terhadap pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengindikasikan kemungkinan kesepakatan damai dapat tercapai untuk mengakhiri perang dengan Iran. Â
Pada hari Selasa, Trump secara tak terduga mengatakan ia akan menghentikan sementara operasi untuk membantu mengawal kapal melalui Selat Hormuz, dengan alasan kemajuan menuju kesepakatan komprehensif dengan Iran, tanpa memberikan rincian tentang kesepakatan tersebut, ujarnya.



/2025/06/13/674699726.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/953317/original/021435900_1439363719-20150812-Rupiah-Anjlok5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5522140/original/044449300_1772718909-7eef455c-f3b2-4a8b-a9e6-6297d80f6724.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5562094/original/020205200_1776778989-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-21_April_2026a.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5574732/original/093442300_1777973753-Menteri_Koordinator__Menko__Bidang_Perekonomian__Airlangga_Hartarto-5_Mei_2026b.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5501244/original/065983200_1770890840-Menteri_Koordinator_Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-12_Februari_2026de.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5196555/original/022471000_1745413931-20250423-Perkotaan-ANG_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2199763/original/055327500_1525841213-hoax.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4816479/original/001937700_1714383474-fotor-ai-2024042913365.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4816482/original/062767500_1714383557-fotor-ai-20240429133654.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5028260/original/094937500_1732871703-fotor-ai-2024112916143.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4584690/original/024803900_1695355029-AP23173763610082-e1695301934278.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4876293/original/006485300_1719462342-fotor-ai-20240627112341.jpg)